Sport

Tekanan Menggunung untuk Michael Carrick, Jason Wilcox Diminta Ikut Bertanggung Jawab atas Keterpurukan Manchester United

Tekanan Menggunung untuk Michael Carrick, Jason Wilcox Diminta Ikut Bertanggung Jawab atas Keterpurukan Manchester United
Tekanan Menggunung untuk Michael Carrick, Jason Wilcox Diminta Ikut Bertanggung Jawab atas Keterpurukan Manchester United
A− A+

Fokus Surabaya – Tekanan terhadap Michael Carrick semakin menggunung setelah Manchester United tersingkir dari Carabao Cup di tangan Brighton dengan skor 3-2 pada Rabu malam. Kekalahan itu menjadi babak terbaru dalam rangkaian hasil buruk yang membuat posisi Carrick sebagai pelatih kepala mulai dipertanyakan. Sorakan boo dan sikap apatis mewarnai langkah Carrick dan para pemainnya meninggalkan lapangan, sementara Direktur Sepak Bola Jason Wilcox tampak tidak senang saat meninggalkan kotak direktur.

Namun, persoalan di Old Trafford jauh lebih kompleks daripada sekadar performa di atas lapangan. Carrick baru kembali ke United pada Januari lalu, sementara strategi jangka panjang klub telah lama dijalankan oleh pihak lain. Para pendukung United menyadari bahwa tidak semua yang terjadi selama 90 menit adalah kesalahan pelatih kepala. Boo ditujukan untuk performa satu pertandingan, sedangkan apatis menggambarkan gambaran besar yang lebih kelam.

Baca juga:

Rekrutmen menjadi sorotan utama setelah klub menghabiskan 155 juta poundsterling untuk tiga pemain di posisi yang sama, yaitu gelandang tengah, sementara posisi lain justru terabaikan. Kebutuhan akan gelandang tengah memang logis setelah kepergian Casemiro dan ketidakmampuan Manuel Ugarte, tetapi mengabaikan posisi lain terasa naif. Kekurangan menyeluruh dalam skuad sebenarnya diakui secara internal, namun kurangnya variasi dalam penguatan justru memperburuk keadaan.

Ironisnya, pembelian paling sukses musim panas lalu justru Senne Lammens dari Royal Antwerp, baik dari segi harga maupun konsistensi. Sementara itu, pembelian termahal musim panas ini, Carlos Baleba, belum tersedia karena cedera. Carrick dan Wilcox belum bisa dinilai secara utuh sampai Baleba tersedia, karena atributnya diharapkan mampu mengatasi kurangnya mobilitas di lini tengah.

Brighton, yang tampil dengan banyak perubahan, justru memiliki sederet talenta menarik yang direkrut dari berbagai belahan dunia berkat scouting dan rekrutmen cerdas. Mereka mendatangkan pemain dari klub di tujuh negara pada musim panas ini, sementara United hanya melakukan empat akuisisi dari klub Liga Premier lainnya. Risiko terukur dan dinamisme menjadi bagian dari pekerjaan, namun jarang terlihat di Old Trafford.

Membeli pemain dari klub Liga Premier lain memang jarang hemat biaya, tetapi ada logika untuk membatasi waktu adaptasi. Mengingat kekurangan bek kiri dan ketidakmampuan Joshua Zirkzee, mendatangkan opsi gelandang yang lebih murah daripada Andrey Santos seharga 50 juta poundsterling bisa lebih menguntungkan bagi kesehatan tim secara keseluruhan. Seseorang perlu meringankan tekanan pada Carrick dengan menjelaskan mengapa dianggap terbaik menghabiskan 155 juta poundsterling untuk tiga pemain di posisi yang sama.

Baca juga:

Di sisi lain, Carrick juga menuai kritik soal sikapnya yang dianggap tidak emosional. Kritik ini dinilai malas dan tidak berdasar. Setelah kekalahan dari Brighton, Carrick tampak dan terdengar kalah saat menjalani tugas media pascapertandingan. Ia mengambil tanggung jawab dan tidak menyalahkan pemainnya. “Kami tidak suka kalah, jadi bukan berarti saya tidak merasakan emosi dari kekalahan, tetapi itu tidak memengaruhi cara saya berpikir tentang apa yang perlu dilakukan selanjutnya,” ujarnya kepada pers.

Musim ini memang berjalan jauh dari harapan. Kekalahan memalukan dari tim promosi Hull City di hari pembukaan Liga Premier diikuti kemenangan atas Ipswich Town. Sejak itu, United belum menang di liga, bermain imbang di markas Everton sebelum kalah kontroversial di derby Manchester. Kini, tersingkir dari Carabao Cup setelah unggul dua gol atas Brighton membuat Carrick berada di bawah tekanan besar untuk membalikkan keadaan atau berisiko kehilangan pekerjaannya.

Jika Carrick akhirnya dicopot, Eddie Howe menjadi kandidat yang jelas untuk menggantikannya. Howe masih tanpa klub setelah mundur sebagai manajer Newcastle pada musim panas, dan ia memiliki kualitas yang dapat membantu United kembali ke jalur kemenangan. Ia adaptif, memiliki rekam jejak dalam meningkatkan pemain, dan merupakan manajer yang baik.

Sementara itu, situasi di dalam klub juga memanas dengan munculnya permintaan mengejutkan dari remaja berbakat JJ Gabriel yang ingin membatalkan registrasinya. United berharap dapat meyakinkan Gabriel untuk bertahan, namun pendekatannya bukan dengan membuka buku cek, melainkan melalui dialog dengan Gabriel, keluarganya, dan perwakilannya. Klub tetap memiliki opsi untuk menantang atau menolak permintaan Gabriel.

Baca juga:

Kabar baiknya, Carlos Baleba dikabarkan bisa segera menjalani debutnya untuk United. Kehadiran Baleba diharapkan mampu memberikan suntikan tenaga di lini tengah dan membantu Carrick mengatasi tekanan yang semakin berat. Laga melawan Fulham pada Minggu sore menjadi momen krusial bagi Carrick dan skuadnya untuk menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kemampuan untuk bersaing.

Kesimpulannya, keterpurukan Manchester United bukan semata-mata kesalahan Michael Carrick. Jason Wilcox dan jajaran manajemen harus ikut bertanggung jawab atas kebijakan rekrutmen yang dinilai tidak seimbang. Tanpa perbaikan menyeluruh, tekanan pada Carrick akan terus berlanjut dan masa depannya di Old Trafford semakin tidak pasti.

Mungkin Anda Suka