Fokus Surabaya – Wuling Motors kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat elektrifikasi kendaraan di Indonesia dengan memperluas lini Cloud EV melalui kehadiran varian SE di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Varian terbaru ini menawarkan jarak tempuh hingga 360 kilometer dan dibanderol mulai Rp 299 juta, menjadikannya salah satu pilihan mobil listrik paling kompetitif di segmennya.
Langkah ini melengkapi portofolio kendaraan listrik Wuling yang sebelumnya telah diisi oleh Air ev, BinguoEV, dan Cloud EV. Seluruh lini EV tersebut diproduksi secara lokal di fasilitas manufaktur Cikarang, Jawa Barat, sehingga tidak hanya menghadirkan kendaraan tanpa emisi knalpot bagi konsumen, tetapi juga memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional.
Perluasan Lini Cloud EV
Kehadiran varian SE pada lini Cloud EV menjadi jawaban atas kebutuhan konsumen akan kendaraan listrik yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kemampuan jelajah. Dengan jarak tempuh 360 km, varian ini diposisikan sebagai kendaraan harian yang ideal untuk mobilitas perkotaan sekaligus perjalanan jarak menengah.
Wuling menilai bahwa elektrifikasi transportasi merupakan bagian penting dalam upaya Indonesia menuju sistem mobilitas rendah karbon. Pemerintah sendiri menempatkan pemanfaatan kendaraan listrik sebagai salah satu strategi transisi energi di sektor transportasi yang selama ini masih bergantung pada bahan bakar fosil.
Komitmen Lokalisasi dan TKDN
Kontribusi Wuling tidak berhenti pada penyediaan kendaraan listrik bagi konsumen. Produsen otomotif ini juga melokalisasi pabrik baterai kendaraan listrik serta terus meningkatkan rasio Total Kandungan Dalam Negeri (TKDN) selama hampir satu dekade kehadirannya di Indonesia. Seluruh lini EV Wuling telah memiliki TKDN di atas 40 persen, sementara produksi baterai MAGIC Battery di dalam negeri menjadi bagian dari upaya meningkatkan kandungan lokal dalam ekosistem kendaraan listrik.
Atas kontribusi tersebut, Wuling meraih penghargaan Katadata ESG Insight (KESGI) 2026 pada hari kedua gelaran acara Sustainable Action for Future Economy (SAFE) 2026. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kontribusi Wuling di sektor transportasi dan logistik, khususnya dalam produksi kendaraan listrik, lokalisasi pabrik baterai, serta peningkatan TKDN.
Perwakilan Wuling Motors menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus pengingat untuk terus berkontribusi dalam mempercepat transformasi mobilitas Indonesia. Melalui produksi kendaraan listrik di dalam negeri, Wuling tidak hanya menghadirkan pilihan mobilitas yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga turut membangun ekosistem kendaraan listrik dan memperkuat industri EV nasional.
Solusi Elektrifikasi untuk Keluarga
Selain memperluas lini Cloud EV, Wuling juga menawarkan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) melalui Wuling Eksion PHEV, SUV 7-seater yang dirancang untuk mendukung beragam kebutuhan perjalanan keluarga dengan tema Exploring Family Journeys. Teknologi PHEV memadukan motor listrik dengan mesin bensin dalam satu kendaraan, di mana baterainya dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik dari luar kendaraan.
Pada Wuling Eksion PHEV, kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik mencapai hingga 125 km berdasarkan pengujian CLTC. Sementara itu, jika tenaga listrik dan bensin digunakan secara bersamaan, daya jelajah totalnya disebut mencapai lebih dari 1.000 km. Kombinasi ini memberikan fleksibilitas kepada pengguna, di mana tenaga listrik dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian sementara mesin bensin diandalkan ketika perjalanan lebih panjang.
Berikut perbandingan singkat lini elektrifikasi Wuling yang tersedia di Indonesia:
| Model | Jenis | Jarak Tempuh Listrik | Posisi |
|---|---|---|---|
| Air ev | EV | Sekitar 200-300 km | City car listrik |
| BinguoEV | EV | Hingga 333 km | Hatchback listrik |
| Cloud EV SE | EV | 360 km | MPV listrik |
| Eksion PHEV | PHEV | 125 km (listrik) | SUV 7-seater |
Dengan bertambahnya pilihan kendaraan listrik, elektrifikasi diharapkan semakin mudah diakses oleh masyarakat dan menjadi bagian dari perubahan pola mobilitas Indonesia. Wuling menegaskan bahwa transisi menuju kendaraan listrik harus berjalan beriringan dengan penguatan industri nasional, dan pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi ekosistem kendaraan listrik Indonesia.
Kehadiran Cloud EV varian SE di GIIAS 2026 menjadi sinyal bahwa pasar kendaraan listrik Tanah Air semakin matang. Konsumen kini memiliki lebih banyak opsi dengan harga yang semakin bersaing, sementara industri dalam negeri terus diperkuat melalui lokalisasi produksi dan peningkatan TKDN. Langkah Wuling memperluas lini Cloud EV sekaligus menawarkan teknologi PHEV menunjukkan strategi ganda dalam mendorong adopsi kendaraan rendah emisi, baik untuk mobilitas perkotaan maupun kebutuhan keluarga dengan mobilitas tinggi.








