Fokus Surabaya – Umat Islam di berbagai penjuru tanah air kembali menyambut waktu isya hari ini sebagai penutup rangkaian ibadah sholat lima waktu. Di Kota Surabaya, jadwal sholat Rabu, 23 September 2026 telah dirilis lengkap mulai dari waktu imsak hingga isya, menjadi panduan bagi warga dalam menunaikan kewajiban harian mereka.
Perintah menegakkan sholat sendiri telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya pada surah Al-Baqarah ayat 43 yang menyerukan agar umat mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan rukuk bersama orang-orang yang rukuk. Ayat ini menjadi pengingat bahwa sholat bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi spiritual yang mengikat seorang hamba dengan Tuhannya.
Sebelum menunaikan sholat isya, umat dianjurkan melafalkan niat di dalam hati sebagai tanda kesungguhan dan keikhlasan. Niat sholat fardu isya empat rakaat dibaca menghadap kiblat, baik sebagai imam maupun makmum, semata-mata karena Allah Ta’ala. Kesadaran akan niat ini menjadi pembeda antara ibadah yang dilakukan dengan penuh penghayatan dan sekadar menggugurkan kewajiban.
Waktu isya hari ini juga menjadi momen refleksi di tengah berbagai dinamika yang terjadi di negeri ini. Di Palembang, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, baru saja melantik tujuh anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel periode 2026–2029 di Auditorium Bina Praja. Pelantikan yang berlangsung khidmat pada Senin, 21 September 2026 itu didasarkan pada Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 557/KPTS/DISKOMINFO/2026.
Dalam sambutannya mewakili Gubernur Herman Deru, Edward menegaskan bahwa amanah yang diemban anggota KPID bukan sekadar pengisian jabatan formal. Ia menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, dan independensi dalam menjaga kepentingan publik melalui penyelenggaraan penyiaran yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab. Menurutnya, televisi dan radio memiliki posisi strategis sebagai instrumen komunikasi publik yang menyampaikan informasi, memberikan edukasi, membangun karakter bangsa, memperkuat kebudayaan, hingga mendukung roda pembangunan.
Pesan tersebut semakin relevan di era kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat. Edward mengingatkan bahwa penguatan etika menjadi kunci agar penyiaran tidak kehilangan ruh dan tanggung jawab sosialnya. Nilai-nilai etika ini sejalan dengan semangat ibadah yang menuntut kejujuran, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, duka menyelimuti warga Banyuasin. Ujang Kuswara (45), warga Siring Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, tewas setelah diduga dimangsa buaya saat mencari kepiting di pesisir rawa Sungai Sembilang, kawasan Simpang Bugis, Kecamatan Banyuasin II. Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu, 20 September 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban tengah mencari kepiting bersama istrinya, Selvi Sukaesi, dan anak mereka yang masih berusia lima tahun.
Kapolsek Banyuasin II, Iptu Muhammad Ardhi Noer, menjelaskan bahwa korban berangkat dari wilayah Lalan menggunakan perahu ketek menuju Sungai Sembilang. Setibanya di lokasi, ketiganya menyisir kawasan pesisir untuk mencari kepiting. Tanpa disadari, seekor buaya muara berukuran besar menerkam korban dan menyeretnya ke dalam air. Buaya itu bahkan sempat menabrak perahu ketek yang ditumpangi Selvi dan anaknya hingga nyaris terbalik. Jenazah Ujang ditemukan pada Senin, 21 September 2026, dan telah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Dari ranah internasional, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim memiliki infrastruktur teknologi yang memungkinkan produksi rudal dengan jangkauan jauh lebih besar. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, menyampaikan klaim tersebut dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Selasa, 22 September 2026. Ia menyebut keputusan politik dalam negeri masih diperlukan sebelum rudal berjangkauan tersebut diproduksi. Mohebbi juga mengklaim Iran baru-baru ini menguji rudal baru terhadap sebuah kapal induk Amerika Serikat dalam jarak sekitar 500 kilometer, meskipun pihak AS tidak mengumumkan adanya korban.
Berbagai peristiwa tersebut menjadi cermin betapa kompleksnya kehidupan yang berjalan seiring waktu. Di tengah kesibukan dan tantangan zaman, waktu isya hari ini mengingatkan umat untuk sejenak menepi, menenangkan hati, dan menunaikan ibadah dengan penuh kesadaran. Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga ruang introspeksi untuk menata niat, memperbaiki diri, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama manusia serta lingkungan.
Dengan memahami jadwal sholat dan melafalkan niat dengan sungguh-sungguh, umat Islam di Surabaya dan seluruh Indonesia dapat menjalani ibadah isya hari ini sebagai penutup hari yang bermakna. Semoga setiap langkah yang diambil senantiasa dilandasi nilai spiritual, etika, dan tanggung jawab, sebagaimana pesan yang terus digaungkan dalam berbagai peristiwa hari ini.








