Metropolitan

Tarif Rp 8 Berakhir, Animo Warga Jajal LRT Jakarta Melonjak dan Danantara Siap Danai Rute Baru

Tarif Rp 8 Berakhir, Animo Warga Jajal LRT Jakarta Melonjak dan Danantara Siap Danai Rute Baru
Tarif Rp 8 Berakhir, Animo Warga Jajal LRT Jakarta Melonjak dan Danantara Siap Danai Rute Baru
Daftar Isi
  1. Jalur 12,2 Kilometer dengan 11 Stasiun
  2. Pramono Minta Danantara Bantu Pembiayaan
  3. Danantara Masih Kaji Pendanaan
  4. Dukungan Presiden Prabowo
  5. Kesimpulan
A− A+

Fokus Surabaya – JAKARTA — Antusiasme masyarakat terhadap LRT Jakarta mencatatkan lonjakan signifikan sejak jalur baru dari Kelapa Gading hingga Manggarai diresmikan pada Rabu (16/9/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan tarif khusus sebesar Rp 8 selama delapan hari sebagai bagian dari masa sosialisasi, dan kebijakan itu terbukti menyedot perhatian warga ibu kota. Hari ini menjadi hari terakhir warga dapat menikmati tarif tersebut sebelum kembali ke tarif normal.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku mendapat laporan bahwa animo masyarakat cukup tinggi untuk menjajal jalur baru LRT Jakarta. Menurutnya, tarif Rp 8 menjadi pemicu utama yang membuat banyak orang penasaran mencoba transportasi berbasis rel tersebut.

Baca juga:

“Memang saya mendengar dengan Rp 8 ini animo banyak, ya mungkin banyak faktor ya. Ada yang mau jalan-jalan, ada yang mau coba, segala macam,” kata Rano di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Rano menjelaskan bahwa penerapan tarif khusus itu merupakan salah satu strategi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo untuk memancing masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Ia menegaskan bahwa tujuan jangka panjangnya bukan sekadar menambah jumlah penumpang, melainkan menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama warga Jakarta.

“Cuma itu sebetulnya kan pemicu Pak Gubernur ini memancing orang ke transportasi umum. Agar sudah deh, kendaraan pribadi sudah apa, artinya bukan kita larang, tapi jauh lebih nyaman segala macam kalau kita pakai transportasi umum,” ucapnya.

Jalur 12,2 Kilometer dengan 11 Stasiun

Jalur baru LRT Jakarta yang menghubungkan Jakarta Utara dan Jakarta Selatan ini membentang sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Kehadiran jalur ini melengkapi layanan LRT Jakarta yang sebelumnya telah beroperasi, sekaligus memperluas jangkauan transportasi massal di ibu kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kehadiran jalur ini mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Dengan semakin terintegrasinya moda transportasi, warga diharapkan memiliki alternatif perjalanan yang lebih nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.

Pramono Minta Danantara Bantu Pembiayaan

Perhatian tidak hanya tertuju pada lonjakan penumpang. Gubernur Pramono Anung Wibowo juga mengajukan permintaan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk turut membantu pembiayaan pembangunan LRT Jakarta fase selanjutnya, khususnya rute Manggarai-Dukuh Atas.

Wakil Gubernur Rano Karno menjelaskan alasan pelibatan Danantara dalam proyek tersebut. Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk kolaborasi sekaligus menegaskan bahwa Jakarta merupakan milik seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga:

“Kan disampaikan juga oleh Bapak Presiden bahwa Jakarta milik Indonesia. Nah, mungkin dalam momen itu, kita mengajak Danantara sebagai BUMN yang sekarang melebur menjadi satu kekuatan besar,” katanya, dikutip dari keterangan Pemerintah Provinsi Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Rano berharap Danantara dapat mendukung pembiayaan pembangunan LRT rute Manggarai-Dukuh Atas. Ia meyakini penambahan rute tersebut akan berdampak positif terhadap peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta. Meski demikian, ia menegaskan sasaran utama pembangunan lanjutan bukan semata-mata mengejar jumlah penumpang.

“Sasaran utama kita bukan kepada jumlah penumpangnya, tapi agar transportasi di Jakarta ini betul-betul transportasi umum itu menjadi pilihan masyarakat Jakarta,” ujarnya.

Danantara Masih Kaji Pendanaan

Menanggapi permintaan tersebut, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa pihaknya masih mengkaji pendanaan proyek LRT Jakarta. Kajian itu dilakukan karena LRT akan menjadi bagian dari integrasi moda transportasi massal yang tengah disiapkan pemerintah.

“Yang LRT tentu sedang kita kaji karena ini bagian daripada integrasi moda mass transportasi yang sedang kita siapkan,” kata Dony dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Dony mengungkapkan bahwa integrasi yang sedang disiapkan tidak hanya mencakup LRT. Danantara juga tengah mengkaji proses elektrifikasi kereta api untuk rute Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak. Seluruh moda tersebut nantinya akan terintegrasi, termasuk integrasi LRT dengan MRT dan TransJakarta.

“Nanti ini akan terintegrasi seluruhnya. Termasuk integrasi LRT dengan MRT, dan juga dengan busway,” ujarnya.

Baca juga:

Dony menambahkan bahwa rencana tersebut akan dibahas bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pembahasan dilakukan agar berbagai moda transportasi tidak berjalan secara terpisah. Dalam konsep itu, porsi PT KAI (Persero), PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, dan pihak lain akan dibicarakan sebagai bagian dari satu kesatuan sistem transportasi.

Dukungan Presiden Prabowo

Dukungan terhadap keberlanjutan pembangunan LRT Jakarta juga datang dari Presiden Prabowo Subianto. Saat meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9/2026), Presiden menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat dan menegaskan bahwa Danantara wajib membantu proses pembangunan lanjutan.

“Saya ucapkan terima kasih dan saya menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang membuat ini berhasil dan tadi ada sedikit harapan ya, dari Gubernur, Danantara untuk ikut membantu, saya kira Danantara wajib membantu,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Presiden juga menekankan bahwa DKI Jakarta bukan hanya milik warga yang tinggal di ibu kota, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia. Pernyataan itu menjadi dasar kuat bagi pelibatan investor nasional dalam pengembangan infrastruktur transportasi Jakarta.

Kesimpulan

Lonjakan animo masyarakat selama masa tarif khusus Rp 8 menjadi sinyal positif bagi masa depan LRT Jakarta. Keberhasilan menarik minat warga untuk mencoba jalur Kelapa Gading-Manggarai menunjukkan bahwa transportasi umum berbasis rel memiliki daya tarik tersendiri jika didukung harga yang terjangkau dan konektivitas yang baik. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai ketika tarif kembali normal, yakni menjaga agar penumpang tetap setia menggunakan LRT.

Di sisi lain, rencana pembangunan rute Manggarai-Dukuh Atas dan keterlibatan Danantara sebagai mitra pembiayaan membuka peluang besar bagi pengembangan jaringan transportasi massal terintegrasi di Jakarta. Jika konsep integrasi LRT, MRT, TransJakarta, dan elektrifikasi kereta api berjalan sesuai rencana, Jakarta berpotensi memiliki sistem transportasi publik yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemprov DKI, BUMN, hingga BUMD, akan menjadi kunci keberhasilan mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah transportasi umum.

Mungkin Anda Suka