Metropolitan

MRT Jakarta Upgrade Sistem Pembayaran di 13 Stasiun, Gate Masuk Bakal Lebih Ringkas

MRT Jakarta Upgrade Sistem Pembayaran di 13 Stasiun, Gate Masuk Bakal Lebih Ringkas
MRT Jakarta Upgrade Sistem Pembayaran di 13 Stasiun, Gate Masuk Bakal Lebih Ringkas
Daftar Isi
  1. Integrasi dengan Moda Transportasi Lain
  2. Dukungan Berbagai Pihak
  3. Dampak bagi Penumpang
A− A+

Fokus SurabayaJakarta, 17 September 2026 – PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi mengumumkan pembaruan sistem pembayaran di 13 stasiun sepanjang jalur Lebak Bulus-Bundaran HI. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses masuk penumpang dan mengurangi antrean di gate tiket. Mulai Oktober mendatang, seluruh gate masuk akan dilengkapi dengan pembaca kartu generasi terbaru yang mendukung berbagai metode pembayaran, termasuk kartu uang elektronik, QR code, dan integrasi dengan aplikasi Jaklingko.

Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan bahwa modernisasi ini merupakan bagian dari transformasi digital yang telah direncanakan sejak awal tahun. “Kami menargetkan waktu tap in dan tap out di gate tidak lebih dari 0,5 detik. Dengan begitu, antrean di jam sibuk dapat berkurang hingga 40 persen,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Bundaran HI, Rabu (16/9/2026).

Baca juga:

Selain mempercepat proses, sistem baru ini juga memungkinkan penumpang untuk melakukan top up saldo secara mandiri melalui mesin tiket dan aplikasi mobile. MRT Jakarta bekerja sama dengan sejumlah bank dan penyedia dompet digital untuk memastikan kompatibilitas. Uji coba telah dilakukan di Stasiun Blok M dan Stasiun Dukuh Atas selama dua minggu terakhir dengan hasil memuaskan.

Integrasi dengan Moda Transportasi Lain

Pembaruan sistem pembayaran di MRT ini sejalan dengan upaya integrasi antarmoda di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai yang melayani 11 stasiun. Ia juga memerintahkan agar Transjakarta dan Mikrotrans melayani seluruh stasiun LRT tersebut untuk memudahkan mobilitas masyarakat.

“Semua jalur untuk LRT, ada 11 titik, saya sudah memerintahkan untuk TransJakarta masuk di semua itu. Kalau memang TransJakarta tidak bisa digunakan, maka Mikrotrans,” kata Pramono di Gedung PMI DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Stasiun Manggarai kini menjadi hub baru yang diprediksi akan dilewati 1,2 juta hingga 1,3 juta orang setiap harinya. Kawasan ini akan menyambungkan tiga moda transportasi: Transjakarta, KRL, dan LRT. Ke depan, MRT juga akan terintegrasi dengan LRT melalui koridor Manggarai-Dukuh Atas yang pembangunannya dimulai awal 2027 dengan investasi Rp2,7 triliun.

Baca juga:

Menurut Pramono, koridor tersebut akan dilengkapi pedestrian deck dan terintegrasi dengan MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, serta kereta bandara. Jaringan LRT juga disiapkan menuju JIS, Ancol, Jakarta Kota, dan Halim.

Dukungan Berbagai Pihak

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menyambut baik pembaruan sistem pembayaran MRT. Ia berharap langkah ini diikuti dengan penambahan armada Mikrotrans untuk menjangkau perkampungan. “Ini kan kita berusaha mengintegrasikan antarmoda. Mikrotrans itu supaya diperbanyak agar masyarakat dari kampung-kampung bisa terhubung,” ujarnya.

Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung, menilai bahwa pembaruan sistem pembayaran MRT merupakan langkah maju. Namun, ia mengingatkan pentingnya sosialisasi kepada penumpang, terutama lansia dan pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi digital. “Jangan sampai modernisasi justru menyulitkan sebagian kelompok. Perlu ada pendampingan di stasiun,” kata Ellen.

MRT Jakarta menargetkan seluruh stasiun selesai di-upgrade pada akhir November 2026. Selama masa transisi, petugas akan ditempatkan di setiap gate untuk membantu penumpang. Selain itu, MRT juga akan menggelar program edukasi melalui media sosial dan papan informasi di stasiun.

Baca juga:

Dampak bagi Penumpang

Bagi penumpang harian, sistem baru ini diharapkan memberikan kenyamanan lebih. Rina, seorang pekerja kantoran yang rutin menggunakan MRT dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, mengaku antrean di gate sering membuatnya terlambat. “Kalau benar bisa lebih cepat, saya sangat mendukung. Apalagi kalau bisa top up di aplikasi, jadi tidak perlu antre lagi,” tuturnya.

Dengan pembaruan ini, MRT Jakarta optimistis dapat meningkatkan jumlah penumpang dari rata-rata 90 ribu per hari menjadi 120 ribu per hari pada akhir tahun. Peningkatan pelayanan menjadi kunci untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik.

Secara keseluruhan, upgrade sistem pembayaran di 13 stasiun MRT merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam mewujudkan transportasi terintegrasi di Jakarta. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk operator angkutan umum dan pemerintah daerah, menjadi faktor penting. Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari kecepatan transaksi, tetapi juga dari kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, visi Jakarta sebagai kota yang ramah transportasi publik semakin mendekati kenyataan.

Mungkin Anda Suka