Fokus Surabaya – Persaingan antara Ajax dan PSV tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di meja transfer. Data terbaru menunjukkan Ajax telah mengumpulkan 587,44 juta euro dari penjualan pemain sejak 2021, menjadikannya yang tertinggi di Eredivisie. PSV berada di posisi kedua dengan 399,99 juta euro, diikuti Feyenoord (365,19 juta euro) dan AZ (161,28 juta euro). Meski demikian, PSV justru mendominasi gelar juara dalam tiga musim terakhir, menciptakan paradoks antara kekuatan finansial dan prestasi olahraga.
Puncak penjualan Ajax terjadi pada musim 2022/23 dengan pendapatan lebih dari 216 juta euro. Manchester United, di bawah asuhan Erik ten Hag, menjadi pembeli utama dengan merekrut Antony (95 juta euro) dan Lisandro Martínez (57,4 juta euro). Selain itu, Sébastien Haller dijual ke Borussia Dortmund seharga 31 juta euro, Ryan Gravenberch ke Bayern München (18,5 juta euro), Perr Schuurs ke Torino (9,4 juta euro), dan Nicolás Tagliafico ke Olympique Lyon (4,2 juta euro). Pada musim berikutnya, Mohammed Kudus menyusul ke West Ham United dengan nilai 43 juta euro. Bahkan di musim lalu, Ajax masih meraup 81 juta euro dari penjualan Jorrel Hato, Brian Brobbey, dan Kenneth Taylor.
Di sisi lain, PSV menunjukkan performa impresif di lapangan. Tim asuhan Peter Bosz itu telah meraih tiga gelar Eredivisie berturut-turut dan berpeluang menambah koleksi pada musim ini. Yang lebih menarik, PSV sedang membangun fondasi finansial untuk menantang dominasi Ajax. Klub berjuluk Boeren itu tengah merenovasi Philips Stadion agar kapasitasnya mendekati Johan Cruijff ArenA. Selain itu, PSV berpeluang lolos ke Piala Dunia Antarklub 2029, ajang yang menjanjikan hadiah besar.
Berdasarkan peringkat koefisien UEFA, PSV saat ini berada di posisi ke-15, tetapi karena setiap negara maksimal mengirim dua tim, mereka naik ke peringkat ke-12. Pesaing terdekat, Atalanta, tidak akan menambah poin karena tidak berlaga di Liga Champions musim ini. Jika PSV meraih satu kemenangan saja, mereka akan menyalip Atalanta. Monaco dan Benfica juga absen dari kompetisi elit Eropa, sehingga peluang PSV semakin terbuka. Pada edisi pertama Piala Dunia Antarklub, total hadiah mencapai 1 miliar euro, dengan juara Chelsea mendapatkan sekitar 100 juta euro. Klub seperti Benfica (30 juta euro), Porto (20 juta euro), dan Salzburg (15 juta euro) juga meraih keuntungan besar. Untuk edisi 2029, nilai hadiah diproyeksikan jauh lebih besar.
Ajax sendiri hampir lolos ke edisi pertama, tetapi kalah tipis dari Salzburg. Kini, dengan potensi tambahan pendapatan dari Piala Dunia Antarklub, PSV dapat mempersempit kesenjangan finansial. Meski Ajax masih unggul dalam hal penjualan pemain, PSV menunjukkan bahwa kesuksesan di lapangan dan strategi bisnis yang tepat dapat mengubah peta kekuatan sepak bola Belanda. Persaingan keduanya tidak hanya tentang trofi, tetapi juga tentang siapa yang lebih siap menyongsong era baru finansial sepak bola Eropa.
Peta Kekuatan Transfer Eredivisie
Berikut perbandingan pendapatan transfer lima klub teratas Eredivisie dalam lima tahun terakhir:
| Klub | Pendapatan Transfer (juta euro) |
|---|---|
| Ajax | 587,44 |
| PSV | 399,99 |
| Feyenoord | 365,19 |
| AZ | 161,28 |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa Ajax masih jauh meninggalkan pesaingnya. Namun, PSV memiliki momentum untuk mengejar ketertinggalan melalui prestasi di lapangan dan peluang pendapatan baru. Sementara itu, Feyenoord dan AZ juga menunjukkan peningkatan, meski belum mampu menyaingi dua raksasa tersebut.
Ambisi PSV di Piala Dunia Antarklub
Piala Dunia Antarklub 2029 menjadi target realistis bagi PSV. Dengan format yang sama seperti edisi 2025, Eropa akan diwakili 12 tim. PSV saat ini berada di jalur yang tepat untuk mengamankan satu tempat. Jika lolos, mereka tidak hanya mendapatkan hadiah finansial besar, tetapi juga meningkatkan daya tarik klub di mata pemain dan sponsor. Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi dominasi Ajax, yang selama ini dikenal sebagai klub terkaya di Belanda.
Ajax menyadari hal ini dan terus berupaya menjaga posisinya. Meski tidak selalu juara, akademi mereka tetap menjadi pemasok talenta berkualitas yang laku di pasar internasional. Namun, PSV kini tidak hanya mengandalkan penjualan pemain, tetapi juga membangun infrastruktur dan prestasi untuk mengimbangi. Persaingan Ajax vs PSV akan semakin menarik untuk disaksikan, baik di dalam maupun di luar lapangan.








