Fokus Surabaya – PARMA — Nama Parma kembali mencuri perhatian dalam sepekan terakhir. Klub Serie A tersebut menghadapi dinamika menarik, mulai dari cedera pemain muda hingga kemenangan penting atas Genoa, sementara di belahan dunia lain, tim rugby Vodacom Bulls bersiap menghadapi Zebre Parma dengan kekuatan baru.
Kabar cedera datang dari bek muda Dominik Drobnic. Dalam laga kandang melawan Genoa, ia terjatuh dan secara tidak sengaja diinjak oleh pemain lawan. Meski awalnya mampu melanjutkan pertandingan dengan lengan diperban, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap fraktur pada tulang scaphoid di pergelangan tangan kirinya. Operasi yang dilakukan Profesor Norman Della Rosa di Policlinico di Modena berjalan sukses. Drobnic, yang telah memperkuat akademi Parma sejak 2023 dan memperkuat Slovakia U-21, dijadwalkan kembali tersedia setelah jeda internasional, tepatnya saat melawat ke markas Inter Milan pada 10 Oktober.
Kemenangan 2-1 atas Genoa sendiri menjadi modal berharga bagi Parma. Meski tanpa Johan Vásquez yang menjalani suspensi, pasukan Ducali mampu mengamankan tiga poin di Stadio Ennio Tardini. Hasil ini memperkuat posisi mereka di papan tengah Serie A dan memberikan kepercayaan diri menjelang laga-laga berat berikutnya.
Sementara itu, di kancah United Rugby Championship, Vodacom Bulls akan memulai musim melawan Zebre Parma pada Sabtu mendatang. Meski tanpa pemain Springboks, pelatih tetap menurunkan skuad Impresif. Kembalinya Sebastian de Klerk ke posisi sayap menjadi sorotan utama. Sebelum cedera musim lalu, pelatih Springboks Rassie Erasmus sempat menjagokan namanya. De Klerk akan berusaha membuktikan kualitasnya musim ini.
Formasi Bulls diperkuat Willie le Roux di posisi fullback, Stedman Gans dan Harold Vorster di lini tengah, serta Stravino Jacobs di sayap. Duet Curwin Bosch dan Paul de Wet mengisi posisi halfback. Rekrutan anyar Hanro Liebenberg, yang kembali dari Harlequins, bergabung dengan Marcell Coetzee dan Jeandre Rudolph di barisan belakang. Reinhardt Ludwig dan Ruan Vermaak mengisi ruang mesin, sedangkan Francois Klopper, Juann Else, dan Alulutho Tshakweni membentuk barisan depan. Bangku cadangan diisi nama-nama seperti Nizaam Carr, JF van Heerden, Cheswill Jooste, dan Hakeem Kunene.
Di luar lapangan, Parma juga menjadi inspirasi bagi pengusaha kuliner. Keluarga di balik Joseph’s Classic Market akan membuka Parma Palm Beach, kafe bernuansa Italia di kawasan SoSo, West Palm Beach. Dijadwalkan buka musim gugur 2026, kafe ini menawarkan sandwich, wrap ayam, salad, pastry, smoothie, dan kopi. Focaccia dibuat di tempat, sementara sourdough hoagie dipasok Bread by Johnny, pastry dari Lingonberry Café, dan kopi panggang Italia dari Floridian Coffee Roasters. Bangunan berdiri sendiri dengan tempat duduk dalam ruangan dan jendela pickup untuk pesanan takeout dan delivery.
Tak hanya itu, pesona Parma sebagai destinasi wisata juga diangkat dalam promosi ‘Open Monasteries’. Provinsi Parma menawarkan ketenangan biara St John the Evangelist dengan tiga cloister dan fresco Correggio, Parco dei Boschi di Carrega, gereja Romawi Talignano di Via Francigena, hingga Labirinto della Masone yang terbuat dari bambu. Bagi pencinta alam, Lago Santo Parmense dan Oasi WWF Ghirardi menjadi puncak pengalaman menyatu dengan alam.
Dengan berbagai peristiwa ini, Parma menunjukkan diri sebagai kota yang dinamis: dari sepak bola, rugby, kuliner, hingga wisata spiritual. Cedera Drobnic menjadi ujian, kemenangan atas Genoa menjadi motivasi, dan kehadiran Bulls di Parma menambah semarak kompetisi. Sementara itu, bisnis dan pariwisata terus mengalir, menjadikan Parma bukan sekadar nama di peta Italia, melainkan pusat aktivitas yang terus berkembang.








