Sport

Kenan Yıldız Absen, Juventus dan Timnas Turki Dilanda Badai Cedera Jelang Laga Krusial

Kenan Yıldız Absen, Juventus dan Timnas Turki Dilanda Badai Cedera Jelang Laga Krusial
Kenan Yıldız Absen, Juventus dan Timnas Turki Dilanda Badai Cedera Jelang Laga Krusial
A− A+

Fokus Surabaya – Kabar kurang menyenangkan datang dari kubu Juventus dan Timnas Turki. Bintang muda Kenan Yıldız harus menepi dari lapangan akibat cedera yang memaksanya menjalani operasi. Absennya pemain berusia 20 tahun itu menjadi pukulan telak bagi klub maupun negara, terlebih di tengah jadwal padat yang menanti.

Kenan Yıldız merupakan salah satu nama yang masuk dalam daftar pemain cedera yang tidak dipanggil ke skuad Timnas Turki untuk menghadapi laga UEFA Nations League A melawan Prancis dan Italia. Selain Yıldız, gelandang Inter Milan Hakan Çalhanoğlu serta bek kanan Mert Müldür juga mengalami nasib serupa. Ketiganya harus absen memperkuat negaranya karena kondisi fisik yang belum pulih.

Baca juga:

Keputusan tidak memanggil ketiga pemain tersebut disampaikan langsung oleh staf pelatih Timnas Turki. Latihan perdana yang digelar di fasilitas tim nasional menjadi momen pertama bagi para pemain yang tersisa untuk memulai persiapan. Namun, sesi tersebut tidak lepas dari kabar buruk lainnya.

Gelandang Benfica Orkun Kökçü dilaporkan tidak mengikuti latihan karena merasakan nyeri pada jari kakinya yang mengalami retak. Sementara itu, tiga pemain lain yakni Yunus Akgün, Muhammet Şengezer, dan Deniz Gül menjalani perawatan intensif akibat cedera ringan. Demir Ege Tıknaz juga absen karena alasan jadwal perjalanan.

Juventus Kehilangan Banyak Pilar

Di sisi klub, Juventus tengah menghadapi situasi sulit dengan deretan pemain yang harus naik meja operasi. Kenan Yıldız menjadi salah satu dari lima pemain Bianconeri yang menjalani operasi sejak akhir Agustus. Sebelumnya, Khephren Thuram, Manuel Locatelli, dan Kamil Grabara juga telah lebih dulu menjalani prosedur medis serupa.

Yang terbaru, penyerang Prancis Kolo Muani mengalami patah jari kaki dan dipastikan harus menjalani operasi. Manajemen Juventus menargetkan Kolo Muani bisa kembali merumput pada laga melawan Cagliari yang dijadwalkan 11 Oktober mendatang. Jeda internasional selama tiga pekan diyakini cukup untuk mempercepat proses pemulihannya.

Baca juga:

Meski demikian, kubu Juventus tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan. Mereka optimistis sang pemain dapat pulih tepat waktu dan kembali memperkuat lini serang tim. Namun, banyaknya pemain yang masuk ruang operasi menjadi perhatian serius bagi tim medis klub.

Dampak bagi Timnas dan Klub

Absennya Kenan Yıldız menjadi kerugian besar bagi Timnas Turki yang akan menghadapi dua laga berat di Nations League. Sebagai salah satu pemain muda paling bersinar, Yıldız kerap menjadi motor serangan dan penyedia gol bagi tim nasional. Kehilangannya membuat lini depan Turki harus mencari opsi lain.

Bagi Juventus, kondisi ini juga menjadi ujian kedalaman skuad. Dengan beberapa pemain inti yang masih dalam proses penyembuhan, pelatih harus memutar otak menyusun strategi menghadapi jadwal padat Serie A dan kompetisi Eropa. Kembalinya para pemain cedera menjadi kunci menjaga konsistensi performa tim.

Berikut daftar pemain yang mengalami cedera dan menjalani operasi di Juventus sejak akhir Agustus:

Baca juga:
  • Kenan Yıldız
  • Khephren Thuram
  • Manuel Locatelli
  • Kamil Grabara
  • Kolo Muani

Selain itu, sejumlah pemain Timnas Turki yang harus menepi antara lain:

  • Kenan Yıldız
  • Hakan Çalhanoğlu
  • Mert Müldür
  • Orkun Kökçü (nyeri jari kaki)
  • Yunus Akgün
  • Muhammet Şengezer
  • Deniz Gül

Kesimpulan

Badai cedera yang menimpa Kenan Yıldız dan sejumlah pemain Juventus serta Timnas Turki menjadi peringatan penting bagi manajemen klub dan federasi. Padatnya jadwal kompetisi menuntut pengelolaan fisik yang lebih baik agar pemain tidak mudah mengalami cedera. Kembalinya Yıldız ke lapangan akan sangat dinantikan, mengingat perannya yang krusial baik di level klub maupun negara. Sementara itu, Juventus berharap proses pemulihan para pemainnya berjalan lancar sehingga bisa kembali bersaing di semua kompetisi yang diikuti.

Mungkin Anda Suka