Fokus Surabaya – Penampilan Vinicius Junior bersama timnas Brasil dalam laga imbang 1-1 melawan Australia pada Jumat lalu menjadi sorotan tajam. Winger Real Madrid itu tampil jauh dari performa terbaiknya, memicu gelombang kritik dari penggemar dan media di seluruh dunia.
Dalam pertandingan tersebut, Vinicius tercatat tidak mencetak gol, tidak memberikan assist, tidak melakukan dribel sukses, tidak mengirim umpan silang, dan hanya memenangkan satu duel. Dua momen viral di media sosial memperlihatkan kekacauan permainannya: pertama, ia kehilangan bola setelah gagal melewati lawan di area sendiri, dan kedua, ia memberikan umpan langsung kepada bek Australia saat berada di kotak penalti.
Kritik pedas pun mengalir. Seorang penggemar Arsenal menulis, “Arsenal menghindari peluru. Apa yang sebenarnya terjadi pada Vinicius Jr?” Penggemar lain menambahkan, “Vinicius ini sudah habis. Dia tidak bisa melakukan apa pun dengan benar lagi.” Bahkan ada yang menyebut, “Vinicius Jr sudah lupa cara bermain sepak bola.”
Di Spanyol, media juga tidak kalah keras. Libertad Digital menyoroti penampilan “dantesco” Vinicius dan mengaitkannya dengan gaya hidup serta berat badannya yang dinilai tidak ideal. “Sulit dipercaya bagaimana Vinicius setelah perpanjangan kontrak,” tulis mereka. Performa buruk ini juga terjadi di level klub di bawah asuhan Jose Mourinho, di mana ia beberapa kali ditarik keluar lebih awal, termasuk dalam derby Madrid melawan Atletico.
Namun, di tengah keterpurukan Vinicius, muncul nama baru yang bersinar: Rayan, winger Bournemouth kelahiran Rio de Janeiro tahun 2006. Golnya ke gawang Australia membuatnya semakin diperhitungkan dalam skema Carlo Ancelotti. Rayan memiliki postur tinggi, kuat, dan kecepatan luar biasa, mengingatkan pada Vinicius di masa terbaiknya.
Ancelotti sendiri mengakui, “Vini tidak dalam kondisi terbaiknya.” Meski begitu, ia menegaskan bahwa Vinicius tetap penting bagi tim. “Kualitasnya tidak perlu diragukan. Dia adalah pemain terbaik Brasil di Piala Dunia terakhir dengan empat gol dan satu assist dalam lima pertandingan. Dia nyaris tak tergantikan. Tapi Brasil butuh performa nyata, bukan sekadar harapan,” ujar Ancelotti.
Rayan, yang sebelumnya dianggap “pemain biasa” berbeda dengan Endrick dan Estevao, kini telah merebut hati penggemar Brasil. Setelah bergabung dengan Bournemouth awal tahun, ia langsung menjadi pemain reguler dan masuk skuad final Piala Dunia dalam tiga bulan. Ketika Raphinha cedera di fase grup, Rayan mengambil posisi starter dan tidak mengecewakan. Liverpool bahkan sempat tertarik merekrutnya.
Musim ini, Rayan kembali menunjukkan taringnya dengan dua gol dalam tujuh pertandingan bersama klub dan negara, termasuk satu gol ke gawang Real Sociedad di Liga Europa. Ancelotti memujinya, “Rayan adalah bagian penting tim. Dia ada di sini bukan hanya karena bermain baik di Piala Dunia. Prioritas saya hari ini adalah memberi menit bermain lebih untuk Estevao, yang juga bermain sangat baik. Rayan adalah pemain kunci.”
Di sisi lain, Arsenal yang sempat mengejar Vinicius pada musim panas lalu kini merasa beruntung. Asisten manajer Miguel Molina mengonfirmasi bahwa Vinicius memang sempat menjadi nama yang dibahas. “Ya, tentu. Saya tidak bisa mengabaikan kenyataan, tapi itu adalah nama yang ada di meja,” ujarnya. Arsenal akhirnya gagal mendapatkan winger kiri idaman dan hanya mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge, setelah kehilangan Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli.
Kegagalan itu ternyata membawa berkah. Dengan performa Vinicius yang terus menurun, para penggemar Arsenal bersyukur klub tidak jadi merekrutnya. “Arsenal menghindari peluru,” tulis seorang fan. Kini, Vinicius harus berjuang keras untuk kembali ke performa terbaiknya, sementara Rayan siap merebut tempatnya di starting eleven Brasil.
Kesimpulannya, penurunan performa Vinicius Junior menjadi peringatan keras bagi Real Madrid dan timnas Brasil. Di saat yang sama, kemunculan Rayan memberikan angin segar bagi lini serang Brasil dan menjadi bukti bahwa regenerasi berjalan baik. Arsenal pun patut berterima kasih karena tidak jadi mengeluarkan dana besar untuk pemain yang sedang dalam masa sulit. Masa depan Vinicius kini dipertaruhkan, dan ia harus segera bangkit jika ingin tetap menjadi yang terbaik.







