Politik

Máximo Perrone dan Poros Peronisme San Juan: Ketika Kicillof dan Kirchner Berebut Pengaruh Menuju 2027

Máximo Perrone dan Poros Peronisme San Juan: Ketika Kicillof dan Kirchner Berebut Pengaruh Menuju 2027
Máximo Perrone dan Poros Peronisme San Juan: Ketika Kicillof dan Kirchner Berebut Pengaruh Menuju 2027
A− A+

Fokus Surabaya – San Juan, Argentina – Panggung politik peronisme Argentina kembali memanas. Provinsi San Juan yang selama ini dikenal sebagai basis Partai Justicialista (PJ) kini menjadi medan tarik-menarik dua kubu besar: pendukung Máximo Kirchner yang setia pada warisan Cristina Fernández de Kirchner, dan gerakan Movimiento Derecho al Futuro (MDF) yang digawangi Gubernur Buenos Aires Axel Kicillof. Di tengah pusaran itu, nama Máximo Perrone muncul sebagai salah satu tokoh muda yang ikut menentukan arah baru peronisme San Juan.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah elite peronisme nasional mengumumkan rencana kunjungan ke San Juan. Máximo Kirchner dijadwalkan tiba pada 1 Oktober 2026 untuk menghadiri kegiatan di kantor PJ setempat. Kunjungan itu disebut-sebut sebagai upaya memperkuat dukungan bagi Senator Sergio Uñac, yang digadang-gadang kembali maju dalam kontestasi politik mendatang. Namun, di balik agenda resmi tersebut, beredar pula spekulasi bahwa kehadiran Máximo merupakan bagian dari manuver Cristina Kirchner untuk mengunci pengaruh di daerah menjelang pemilu 2027.

Baca juga:

Tidak mau kalah, kubu Kicillof juga menyiapkan panggung sendiri. Axel Kicillof dijadwalkan menyambangi San Juan pada Oktober 2026 untuk memimpin sebuah aksi di Rawson, didampingi sejumlah tokoh MDF seperti mantan Gubernur José Luis Gioja dan Facundo Perrone, yang disebut-sebut sebagai salah satu motor penggerak gerakan tersebut. Rencananya, Kicillof juga akan menghadiri acara di Universitas Nasional San Juan (UNSJ), memperluas jangkauan politiknya di kalangan akademisi dan pemuda.

Yang menarik, sebelum Kicillof tiba, MDF San Juan dikabarkan akan lebih dulu mendatangkan tokoh nasional lain untuk meresmikan kantor baru mereka di San Juan. Nama Cristina Álvarez dan Andrés ‘Cuervo’ Larroque disebut sebagai kandidat kuat. Langkah ini dinilai sebagai upaya MDF memperkuat fondasi organisasi sebelum menghadapi dinamika internal peronisme yang semakin kompleks.

Máximo Perrone sendiri merupakan figur yang tak bisa dilepaskan dari geliat MDF di San Juan. Bersama Leonardo Gioja, Juan Pablo Gómez, Mario Herrero, dan Graciela Seva, ia tercatat sebagai delegasi San Juan dalam Plenario Federal MDF yang digelar di Avellaneda pada 19 September 2026. Kehadiran mereka menandai langkah konkret perluasan pengaruh Kicillof ke wilayah yang secara historis menjadi lumbung suara peronisme.

Di sisi lain, kubu Máximo Kirchner juga tengah menggalang kekuatan. Setelah menggelar pertemuan tertutup dengan Ricardo Quintela (La Rioja), Jorge Capitanich (Chaco), dan Sergio Uñac (San Juan), Máximo berusaha menyusun strategi untuk menjaga keutuhan partai di tengah wacana penghapusan Pemilu Pendahuluan (PASO). Pertemuan itu disebut sebagai respons terhadap skenario elektoral yang terus berubah dan upaya mempertahankan hegemoni peronisme di provinsi-provinsi kunci.

Pengamat politik lokal menilai bahwa kehadiran dua tokoh nasional tersebut ke San Juan bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah sinyal bahwa peronisme sedang membangun poros-poros baru untuk menghadapi 2027. San Juan, dengan basis massa yang solid dan sejarah panjang peronisme, menjadi medan uji coba bagi strategi masing-masing kubu. Máximo Perrone, sebagai tokoh muda yang berafiliasi dengan MDF, berada di garis depan dalam pertarungan ini.

Namun, di balik hiruk-pikuk kunjungan elite, pertanyaan besar muncul: apakah peronisme San Juan mampu menjaga kesatuan, atau justru terpecah oleh ambisi masing-masing faksi? Sejumlah pengurus daerah dilaporkan tengah menggelar rapat internal untuk membahas kemungkinan koalisi dan pembagian kursi. Sementara itu, akar rumput mulai merasakan ketegangan yang selama ini tersembunyi.

Dinamika ini juga tidak lepas dari konteks nasional. Kicillof, yang secara terbuka menyatakan bahwa peronisme saja tidak cukup untuk membangun alternatif, terus mendorong perluasan koalisi. Sementara Máximo Kirchner tetap menegaskan bahwa Cristina Kirchner adalah referensi utama. Perbedaan orientasi ini membuat San Juan menjadi semacam miniatur pertarungan ideologis yang lebih besar.

Dengan jadwal kunjungan yang saling berdekatan, bulan Oktober 2026 diprediksi akan menjadi momen krusial bagi peronisme San Juan. Máximo Perrone dan kawan-kawan di MDF harus mampu menerjemahkan dukungan Kicillof menjadi kekuatan nyata di akar rumput. Di sisi lain, kubu Kirchner perlu membuktikan bahwa pengaruh mereka masih relevan di provinsi yang pernah menjadi benteng Gioja.

Apa pun hasilnya, satu hal yang pasti: San Juan tidak lagi menjadi wilayah sunyi dalam peta politik Argentina. Ia kini menjadi salah satu panggung utama bagi peronisme untuk mendefinisikan ulang dirinya menjelang 2027. Dan di antara nama-nama besar itu, Máximo Perrone adalah salah satu wajah muda yang patut diperhitungkan.

Mungkin Anda Suka