Daftar Isi
Fokus Surabaya – Nama Columbia kembali mencuat ke permukaan dalam pemberitaan internasional, tetapi kali ini bukan karena satu peristiwa tunggal. Dalam waktu yang hampir bersamaan, sejumlah isu besar yang menyandang nama Columbia—mulai dari armada kapal selam strategis Angkatan Laut Amerika Serikat, gugatan hukum terhadap raksasa kecerdasan buatan OpenAI, agenda politik seorang gubernur di Amerika Selatan, hingga sengketa pipa air di sebuah jalan perbatasan—menarik perhatian publik global dan memperlihatkan betapa luas makna nama tersebut.
Kapal Selam Columbia dan Virginia Dapat Mata Baru
Angkatan Laut Amerika Serikat mengumumkan investasi senilai 139 juta dolar AS untuk pengadaan tiang pencitraan generasi baru bagi kapal selam serang kelas Virginia dan kapal selam rudal balistik kelas Columbia. Kontrak tersebut diberikan kepada L3Harris pada 21 September 2026 dan mencakup penyediaan Type 20 serta Type 24 Low-Profile Mast, sebuah sistem yang menggabungkan kamera definisi tinggi dengan pencitraan inframerah dan kemampuan penginderaan 360 derajat.
Berbeda dengan periskop konvensional yang menembus lambung kapal, tiang digital ini menempatkan kamera pada lengan teleskopik dan mengirimkan citra secara elektronik ke layar di dalam kapal. Kru dapat menilai situasi di permukaan laut tanpa harus berlama-lama menaikkan tiang, sehingga risiko terdeteksi oleh jaringan pengawasan lawan menjadi lebih kecil. Langkah ini dinilai penting karena Tiongkok dan Rusia terus memperkuat armada kapal selam, kapal permukaan, pesawat patroli maritim, serta sensor nirawak mereka di kawasan Indo-Pasifik, Atlantik Utara, dan Arktik.
Bagi kapal selam kelas Columbia yang mengemban misi pencegahan strategis, kemampuan mengamati permukaan secara cepat dan senyap menjadi penentu. Setiap detik tambahan saat tiang berada di permukaan dapat memberi peluang bagi lawan untuk memperkirakan posisi kapal. Karena itu, pembaruan ini tidak sekadar soal teknologi pencitraan, melainkan soal kelangsungan hidup dan efektivitas misi.
British Columbia Menggugat OpenAI
Di daratan Amerika Utara bagian barat, nama Columbia muncul dalam konteks yang jauh berbeda. Pemerintah Provinsi British Columbia, Kanada, menggugat OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, ke pengadilan federal di San Francisco. Gugatan itu berkaitan dengan penembakan massal di Tumbler Ridge pada 10 Februari yang menewaskan sembilan orang, termasuk lima siswa dan seorang asisten pendidikan.
Menurut gugatan, pelaku berusia 18 tahun, Jesse Van Rootselaar, telah ditandai oleh tim keselamatan OpenAI sejak Juni 2025 karena percakapan mengenai kekerasan senjata. Pihak provinsi menuding tim keselamatan perusahaan merekomendasikan kontak dengan polisi, namun pimpinan perusahaan memutuskan materi tersebut belum memenuhi ambang batas untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum. Akun pelaku dinonaktifkan, tetapi akun lain kemudian dibuat dan ChatGPT tetap digunakan.
Jaksa Agung British Columbia, Niki Sharma, menyatakan langkah hukum ini menuntut pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian perusahaan dalam memberi tahu penegak hukum. Pemerintah provinsi mengklaim telah menanggung biaya besar, termasuk pembangunan kembali sekolah, layanan kesehatan mental, dan berbagai dampak lain pascatragedi. Altman menyampaikan permintaan maaf mendalam dan berjanji melakukan reformasi, namun gugatan menyebut janji itu tidak diikuti tindakan nyata. Juru bicara OpenAI, Drew Pusateri, menyebut peristiwa itu sebagai tragedi yang tak terkatakan dan menegaskan komitmen perusahaan untuk bekerja sama dengan pemerintah serta aparat penegak hukum.
Gugatan provinsi ini terpisah dari perkara yang diajukan lebih dari 30 kerabat korban di pengadilan federal California. Kasus-kasus tersebut membuka pertanyaan besar bagi industri kecerdasan buatan tentang apa yang harus dilakukan ketika sistem internal sebuah platform mendeteksi perilaku berpotensi berbahaya.
Agenda Politik Kicillof di Columbia University
Sementara itu, Gubernur Provinsi Buenos Aires, Axel Kicillof, dijadwalkan berbicara di Columbia University, New York, pada 23 September 2026. Ia datang ke Amerika Serikat dengan agenda tersendiri, berbarengan dengan kunjungan Presiden Argentina Javier Milei untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81.
Kicillof, yang disebut sebagai salah satu tokoh utama peronisme untuk pencalonan presiden 2027, akan menghadiri forum bertajuk “América Latina en la encrucijada” di The New School dan bertemu sejumlah dana investasi pemegang obligasi Provinsi Buenos Aires. Ia juga dijadwalkan menghadiri acara “Construyendo una economía para la mayoría” di Gracie Mansion bersama Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez. Agenda ini menunjukkan upaya Kicillof membangun posisi politik dan ekonomi yang berbeda dari pemerintah pusat Argentina.
Perbaikan Pipa Air Picu Sengketa Warga Columbia dan Lexington County
Di Carolina Selatan, nama Columbia kembali muncul dalam sengketa layanan publik. Warga di sepanjang Canterfield Road, perbatasan Lexington County, mengeluh karena kebocoran pipa air yang berulang hanya ditambal sementara tanpa penggantian pipa tua secara menyeluruh. Cynthia Garrett, warga setempat, menyebut jalan tersebut terus dirusak oleh perbaikan yang tidak tuntas.
Columbia Water menyatakan jalan itu berada di luar yurisdiksinya dan mengarahkan pertanyaan soal kualitas jalan ke pemerintah Lexington County. Namun, izin county menunjukkan kota secara tertulis menyatakan tetap bertanggung jawab secara permanen atas kerusakan jalan akibat infrastruktur airnya. Pihak utilitas juga mengakui belum menggunakan uji pemadatan tanah atau radar penembus tanah dalam respons standar mereka, dan hanya mengandalkan pengamatan petugas lapangan sebelum menambal jalan.
Kesimpulan
Empat peristiwa berbeda menunjukkan bahwa nama Columbia melekat pada isu-isu besar zaman ini: pertahanan maritim, tanggung jawab platform kecerdasan buatan, dinamika politik Amerika Latin, dan pelayanan publik sehari-hari. Dari dasar laut Indo-Pasifik hingga ruang sidang di San Francisco, dari panggung akademik New York hingga jalan berlubang di Carolina Selatan, nama Columbia menjadi penanda bagaimana teknologi, hukum, politik, dan infrastruktur saling bertaut dalam kehidupan modern.








