Ekonomi

Harga Emas Antam Melonjak Rp 36.000 dalam Sepekan, Tembus Rp 2.638.000 per Gram

Daftar Isi
  1. Rincian Pergerakan Harian Emas Antam
  2. Harga Buyback Ikut Menguat
  3. Emas Galeri24 Juga Mengalami Kenaikan
A− A+

Fokus SurabayaHarga emas batangan 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penguatan signifikan sepanjang periode perdagangan 14 hingga 19 September 2026. Berdasarkan pantauan pada situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas Antam naik Rp 36.000 per gram atau sekitar 1,38 persen dibandingkan posisi awal pekan, dari Rp 2.602.000 per gram menjadi Rp 2.638.000 per gram.

Pergerakan harga emas Antam selama sepekan terbilang fluktuatif. Pada awal pekan, harga justru tertekan sebelum akhirnya berbalik menguat tajam hingga penutupan akhir pekan. Harga sempat menyentuh titik terendah di level Rp 2.592.000 per gram pada Selasa, sementara titik tertinggi tercatat pada Sabtu dan Minggu di level Rp 2.638.000 per gram.

Baca juga:

Rincian Pergerakan Harian Emas Antam

Berikut adalah rincian pergerakan harga emas Antam ukuran 1 gram selama sepekan:

Hari Tanggal Harga per Gram Perubahan
Senin 14 September 2026 Rp 2.602.000 Turun Rp 2.000
Selasa 15 September 2026 Rp 2.592.000 Turun Rp 10.000
Rabu 16 September 2026 Rp 2.593.000 Naik Rp 1.000
Kamis 17 September 2026 Rp 2.598.000 Naik Rp 5.000
Jumat 18 September 2026 Rp 2.623.000 Naik Rp 25.000
Sabtu 19 September 2026 Rp 2.638.000 Naik Rp 15.000

Pada Senin (14/9), harga emas Antam dibuka di level Rp 2.602.000 per gram setelah mengalami penurunan Rp 2.000. Tren pelemahan berlanjut pada Selasa (15/9) ketika harga kembali turun Rp 10.000 menjadi Rp 2.592.000 per gram. Penurunan tersebut menjadi yang terendah sepanjang pekan.

Memasuki Rabu (16/9), harga emas Antam mulai bangkit dengan kenaikan tipis Rp 1.000 menjadi Rp 2.593.000 per gram. Tren penguatan berlanjut pada Kamis (17/9) dengan kenaikan Rp 5.000 menjadi Rp 2.598.000 per gram. Puncak lonjakan terjadi pada Jumat (18/9) ketika harga melesat Rp 25.000 menjadi Rp 2.623.000 per gram. Pada akhirnya, Sabtu (19/9) harga kembali naik Rp 15.000 dan ditutup di level Rp 2.638.000 per gram.

Harga Buyback Ikut Menguat

Tidak hanya harga jual, harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga mencatatkan kenaikan. Sepanjang sepekan, harga buyback naik Rp 18.000 per gram dari Rp 2.452.000 menjadi Rp 2.470.000 per gram. Harga buyback merupakan acuan yang ditetapkan Antam ketika pemilik emas ingin menjual kembali batangannya.

Baca juga:

Pada Senin (14/9), harga buyback Antam turun Rp 2.000 ke posisi Rp 2.452.000 per gram. Selanjutnya pada Selasa (15/9), harga buyback kembali turun Rp 15.000 menjadi Rp 2.437.000 per gram. Harga buyback kemudian berbalik naik pada Rabu (16/9) sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 2.438.000 per gram, dan terus menguat hingga akhir pekan.

Emas Galeri24 Juga Mengalami Kenaikan

Produk emas lainnya, Galeri24, turut mencatatkan kenaikan harga sepanjang pekan. Harga emas Galeri24 naik Rp 16.000 per gram dari Rp 2.553.000 menjadi Rp 2.569.000 per gram. Pada awal pekan, Senin (14/9), harga emas Galeri24 turun Rp 2.000 ke level Rp 2.553.000 per gram. Sehari kemudian, harga stagnan di level yang sama.

Rabu (16/9), harga emas Galeri24 turun Rp 17.000 menjadi Rp 2.536.000 per gram. Namun pada Kamis (17/9), harga kembali stagnan di level Rp 2.536.000 per gram. Harga buyback Galeri24 pada awal pekan berada di level Rp 2.410.000 per gram dan sempat turun ke Rp 2.394.000 per gram pada Rabu.

Pergerakan harga emas Antam yang sempat anjlok di awal pekan namun tiba-tiba meroket menjelang akhir pekan menunjukkan dinamika pasar logam mulia yang cukup tinggi. Meski demikian, secara keseluruhan harga emas Antam tetap mencatatkan kenaikan yang signifikan dibandingkan posisi awal pekan.

Baca juga:

Bagi investor dan masyarakat yang ingin berinvestasi emas, fluktuasi harga seperti ini menjadi hal yang wajar. Penting untuk memantau pergerakan harga secara berkala, baik harga jual maupun harga buyback, sebelum mengambil keputusan jual beli. Dengan memahami pola pergerakan harga, investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan dari investasi logam mulia yang memang dikenal sebagai instrumen safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Mungkin Anda Suka