Fokus Surabaya – Panggung bulu tangkis Japan Open 2026 menjadi sorotan pecinta olahraga Tanah Air. Meski turnamen bergengsi ini identik dengan persaingan para pemain terbaik dunia, kabar dari sektor ganda campuran justru mencuri perhatian. Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama Pelatnas PBSI, Nova Widianto, angkat bicara soal racikan baru yang tengah disiapkan untuk menghadapi rangkaian turnamen mendatang, termasuk Japan Open 2026.
Nova menyebut pihaknya sedang mencari format terbaik di sektor ganda campuran. Beberapa kombinasi pasangan baru akan diuji coba, seperti Dejan Ferdinansyah yang berpasangan dengan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, lalu Bagas Maulana dengan Apriyani Rahayu, serta M. Nawaf Khoiriyansyah bersama Indah Cahya Sari Jamil. Ketiganya dijadwalkan tampil di sejumlah turnamen untuk melihat sejauh mana chemistry, komunikasi, pola permainan, dan konsistensi mereka di lapangan.
“Sekarang kami sedang mencari format terbaik untuk sektor ganda campuran. Karena itu, beberapa kombinasi pasangan akan kami coba,” ujar Nova. Ia menegaskan belum bisa menilai pasangan mana yang paling ideal. Semua pemain akan diberi kesempatan menunjukkan kemampuan mereka sebelum evaluasi menyeluruh dilakukan. Program ini juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Road to Olympic.
Alcaraz dan Kabar Positif dari Lapangan
Di sisi lain, Japan Open 2026 juga menghadirkan cerita menarik dari dunia tenis. Carlos Alcaraz membawa kabar positif soal kondisi pergelangan tangannya usai tampil di US Open 2026. Petenis Spanyol itu memang gagal mempertahankan gelar setelah tersingkir di perempat final oleh Ben Shelton melalui duel lima set yang berlangsung hingga sekitar pukul 03.30 waktu setempat. Skor akhir 6-7 (5), 6-1, 6-3, 1-6, 7-6 (10-7) untuk kemenangan petenis Amerika Serikat tersebut.
Meski harus mengakui keunggulan lawan, Alcaraz menutup turnamen dengan catatan penting. Ia mampu melewati rangkaian pertandingan tanpa mengalami masalah baru pada pergelangan tangan yang sebelumnya membuatnya absen lebih dari empat bulan. Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran karena tampil di Grand Slam berisiko memicu cedera kembali. Namun, Alcaraz menjalani laga di Flushing Meadows tanpa dilaporkan mengalami kemunduran fisik.
“Saya meninggalkan lapangan dengan bahagia dan tersenyum, saya bangga dengan perjuangan saya,” kata Alcaraz. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa proses pemulihannya berjalan sesuai harapan. Kabar tersebut tentu menjadi modal berharga menjelang turnamen-turnamen berikutnya, termasuk Japan Open 2026 yang menjadi salah satu agenda penting dalam kalender tenis dunia.
Persaingan Japan Open 2026 Semakin Terbuka
Japan Open 2026 diprediksi berlangsung ketat. Di sektor tenis, kondisi Alcaraz yang semakin pulih menambah warna persaingan. Ia disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat jika kembali tampil dalam kondisi terbaik. Sementara di sektor bulu tangkis, langkah PBSI meracik pasangan ganda campuran baru menjadi taruhan tersendiri. Kombinasi Dejan/Felisha, Bagas/Apriyani, dan Nawaf/Indah akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih.
Berikut sejumlah poin yang menjadi perhatian menjelang Japan Open 2026:
- Kondisi fisik Carlos Alcaraz yang berangsur pulih setelah cedera pergelangan tangan.
- Racikan baru ganda campuran Indonesia yang akan diuji di beberapa turnamen.
- Persaingan di sektor tunggal putra yang diprediksi semakin terbuka.
- Program jangka panjang PBSI menuju Road to Olympic.
- Evaluasi chemistry, komunikasi, dan konsistensi pasangan baru.
Nova menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru menilai hasil. Menurutnya, proses menjadi kunci utama dalam menyusun kekuatan ganda campuran yang kompetitif. Ia berharap dari rangkaian turnamen, termasuk Japan Open 2026, tim bisa menemukan format pasangan yang paling tepat.
Bagi Alcaraz, Japan Open 2026 bisa menjadi ajang pembuktian bahwa ia sudah kembali ke level terbaik. Meski gagal di US Open, ia tetap menunjukkan semangat juang tinggi. Duel melawan Shelton yang berlangsung hingga dini hari menjadi bukti bahwa mentalitasnya masih kuat. Kini, fokus beralih ke turnamen berikutnya dengan kondisi tangan yang jauh lebih baik.
Secara keseluruhan, Japan Open 2026 menyimpan banyak cerita. Mulai dari pemulihan Alcaraz, persaingan ketat di lapangan, hingga strategi PBSI meracik ganda campuran baru. Semua mata akan tertuju pada turnamen ini untuk melihat siapa yang mampu tampil konsisten dan membawa pulang gelar. Bagi Indonesia, Japan Open 2026 menjadi momen penting untuk mengukur kesiapan para pemain muda di panggung internasional.
Dengan persiapan matang dan evaluasi berkelanjutan, bukan tidak mungkin Japan Open 2026 menjadi titik balik bagi para atlet, baik di tenis maupun bulu tangkis. Publik pun menantikan aksi mereka di lapangan, sekaligus berharap hasil terbaik bagi timnas Indonesia.







