A− A+

Fokus Jepara – Peternak sapi kurban di Indonesia siap memasuki musim Idul Adha. Dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta untuk domba hingga Rp50 juta untuk sapi, masyarakat dapat memilih hewan kurban yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pemerintah setempat melarang jual beli hewan di pasar tradisional untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebagai gantinya, masyarakat diarahkan untuk membeli hewan kurban langsung dari peternak atau kandang.

Baca juga:

Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur (NTT), lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli (DT Peduli) menyalurkan 16 hewan qurban di Kampung Nampar, Desa Golo Leleng, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sedekah Qurban DT Peduli dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

Bupati Luwu, H. Patahudding, juga meluncurkan Program Jaga Desa dalam kegiatan Penguatan FORDES Matappa. Program ini dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Jaga Stabilitas Desa, Jaga Masa Depan Desa, dan Jaga Keselamatan Desa.

Baca juga:

Menjelang Idul Adha, masyarakat diharapkan dapat memilih hewan kurban yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Dengan demikian, kegiatan kurban dapat berjalan dengan lancar dan membawa berkah bagi semua pihak.

Kesimpulan, peternak sapi kurban di Indonesia siap memasuki musim Idul Adha dengan harga yang bervariasi. Masyarakat diharapkan dapat memilih hewan kurban yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka, serta memperhatikan kesehatan dan keamanan hewan kurban.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.