Fokus Jepara – Pemerintah menargetkan 300.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi pada program Magang Nasional (MagangHub) 2026 dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kompetensi serta daya saing tenaga kerja Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran Rp5,9 triliun untuk memperkuat program Magang Nasional (MagangHub) 2026 dan pelatihan vokasi.
Program tersebut mencakup berbagai keterampilan konvensional, seperti pengelasan, perbengkelan, reparasi pendingin ruangan, dan elektronika. Selain keterampilan konvensional, Kementerian Ketenagakerjaan juga mulai mengembangkan pelatihan berbasis teknologi, seperti smart operation, smart farming, dan smart building.
Durasi pelatihan disesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan, mulai satu hingga dua bulan, sedangkan pelatihan pengelasan dapat berlangsung hingga enam bulan. Yassierli mengatakan lulusan pelatihan pengelasan dari balai-balai pelatihan Kemnaker memiliki prospek kerja yang tinggi, bahkan telah banyak diminati perusahaan luar negeri dengan kisaran gaji mencapai puluhan juta rupiah per bulan sebagai operator welder.
Program pelatihan vokasi tersebut dilaksanakan melalui 42 balai pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan dengan melibatkan balai pelatihan pemerintah daerah agar jangkauan layanan semakin luas dan kesempatan peningkatan kompetensi dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
Menurut Yassierli, penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan ekonomi global sehingga pemerintah terus memperluas akses pelatihan vokasi untuk menciptakan tenaga kerja Indonesia yang semakin kompeten, produktif, dan berdaya saing.
Program magang 2026 ini juga menawarkan gaji yang menarik, yaitu sebesar Rp 3,5 hingga Rp 6 juta. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para pencari kerja yang ingin meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka di dunia kerja.
Dengan adanya program magang 2026 ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, program magang 2026 ini sangat penting dan perlu didukung oleh semua pihak.








