Fokus Jepara – Harga rumah di Selandia Baru terus menurun, menurut data terbaru dari Cotality. Median harga rumah nasional turun 0,2% pada bulan Juni. Nilai rata-rata turun 0,8% dalam tiga bulan terakhir dan 0,9% dalam setahun. Ini berarti harga rumah telah turun 17,5% dari puncaknya pada awal 2022.
Menurut Rawdon Christie, agen properti, harga rumah di semester kedua tahun ini akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Faktor-faktor tersebut adalah keputusan Bank Selandia Baru tentang suku bunga, jumlah rumah yang dijual, dan kepercayaan pembeli.
Ryan Bridge, presenter program radio Early Edition, bertanya kepada Rawdon Christie tentang apa yang membuat harga rumah terus turun. Rawdon menjawab bahwa keputusan Bank Selandia Baru tentang suku bunga akan sangat berpengaruh pada harga rumah. Jika suku bunga naik, maka harga rumah juga akan naik. Namun, jika suku bunga turun, maka harga rumah juga akan turun.
Rawdon Christie juga menyebutkan bahwa jumlah rumah yang dijual juga akan mempengaruhi harga rumah. Jika jumlah rumah yang dijual meningkat, maka harga rumah juga akan turun. Sebaliknya, jika jumlah rumah yang dijual menurun, maka harga rumah juga akan naik.
Terakhir, Rawdon Christie menyebutkan bahwa kepercayaan pembeli juga akan mempengaruhi harga rumah. Jika pembeli memiliki kepercayaan yang tinggi, maka harga rumah akan naik. Sebaliknya, jika pembeli memiliki kepercayaan yang rendah, maka harga rumah akan turun.
Selain itu, Rawdon Christie juga menyebutkan bahwa musim semi akan mempengaruhi harga rumah. Musim semi adalah saat di mana banyak orang ingin membeli rumah. Jika musim semi ini tidak seperti biasanya, maka harga rumah akan naik.
Menurut Rawdon Christie, harga rumah di semester kedua tahun ini akan terus turun. Ia menyebutkan bahwa harga rumah akan turun karena keputusan Bank Selandia Baru tentang suku bunga, jumlah rumah yang dijual, dan kepercayaan pembeli.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
