Pendidikan

UNAIR Mendunia: Kisah Amerta Pertiwi hingga MoU Global, Wajah Baru Pendidikan Tinggi Indonesia

UNAIR Mendunia: Kisah Amerta Pertiwi hingga MoU Global, Wajah Baru Pendidikan Tinggi Indonesia
UNAIR Mendunia: Kisah Amerta Pertiwi hingga MoU Global, Wajah Baru Pendidikan Tinggi Indonesia
Daftar Isi
  1. Amerta Pertiwi, Tim Terbaik Genera-Z Berbakti 2026
  2. Perkuat Tri Dharma Berskala Global bersama UNTL
  3. Ekosistem Paten dan Antusiasme Mahasiswa
  4. Alumni FPK UNAIR Tembus Industri FMCG
  5. Kesimpulan
A− A+

Fokus Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di Indonesia. Dalam beberapa pekan terakhir, kampus yang berbasis di Surabaya ini menjadi sorotan melalui berbagai capaian, mulai dari prestasi mahasiswa di tingkat nasional, penguatan kerja sama internasional, hingga peran aktif dalam ekosistem hukum dan inovasi nasional.

Amerta Pertiwi, Tim Terbaik Genera-Z Berbakti 2026

Perjalanan penuh tantangan akhirnya membawa Tim Amerta Pertiwi UNAIR meraih gelar Best Team dalam ajang Genera-Z Berbakti 2026. Sebelum mencapai titik itu, mereka harus melewati berbagai dinamika selama pengabdian di Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo, salah satu desa binaan Bakti BCA.

Baca juga:

Program yang mereka jalankan menyentuh sejumlah bidang, mulai dari lingkungan, pemanfaatan teknologi, hingga sosial. Salah satu kegiatan membawa mereka turun langsung membersihkan sungai yang menjadi lokasi pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH).

“Patakbanteng dilewati oleh Sungai Serayu, sehingga sampah pasti akan terus ada di situ selagi warga membuang sampah ke sungai,” ungkap Sam, ketua Tim Amerta Pertiwi.

Selain PLTPH, tim juga mengembangkan Rumah Bibit yang dilengkapi perangkat Internet of Things (IoT). Menjelang berakhirnya masa pengabdian, mereka masih menjalankan sosialisasi mengenai tumbuh kembang dan kesehatan mental remaja.

PLTPH menjadi salah satu tantangan yang menyita perhatian tim. Pemanfaatan aliran sungai sebagai sumber energi bersih tersebut membutuhkan berbagai penyesuaian agar dapat bekerja sesuai kondisi lapangan. Prosesnya pun tak lepas dari trial and error.

“Progres lainnya ada di PLTPH karena kita perlu melakukan trial and error dulu supaya bisa tahu alatnya error di mana dan langsung segera membenarkan alatnya,” kata Adib, anggota tim.

Perkuat Tri Dharma Berskala Global bersama UNTL

Di sisi lain, UNAIR resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL). Penandatanganan berlangsung di Ruang Sidang Pleno Balairung, Kampus MERR-C UNAIR, Kamis (17/9/2026).

Pertemuan bilateral ini dihadiri Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin bersama jajaran wakil rektor, dekan, dan direktur. Delegasi UNTL dipimpin Rektor Prof Dr Joviano António da Costa MEng.

Baca juga:

“UNAIR dan UNTL memiliki komitmen yang sama dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof Madyan.

Kerja sama ini mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas akademik, hingga pengembangan inovasi dan kewirausahaan.

Rektor UNTL menegaskan bahwa langkah terpenting adalah implementasi nyata setelah penandatanganan dokumen. “MoU ini tidak boleh hanya menjadi dokumen yang tersimpan di kantor,” ucapnya.

Ekosistem Paten dan Antusiasme Mahasiswa

UNAIR juga menjadi tuan rumah acara What’s Up Campus Call Out (WCCO) yang digelar Kementerian Hukum RI di Airlangga Convention Center. Ribuan mahasiswa memadati booth Kanwil Kemenkum Jatim untuk berkonsultasi mengenai berbagai layanan hukum, terutama kekayaan intelektual.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengungkapkan Indonesia saat ini menguasai sekitar 25 persen pangsa paten di kawasan ASEAN. Namun, kontribusi ekonomi dari pemanfaatan paten masih sangat kecil, hanya sekitar 0,08 persen.

“Sertifikat paten bukan garis akhir dari sebuah inovasi, melainkan titik awal untuk mempertemukan hasil riset dengan industri, pembiayaan, dan pasar,” tuturnya.

Mahasiswa UNAIR, Gilbert, menyebut kegiatan ini menambah wawasan mengenai pentingnya hukum dalam melindungi hak atas inovasi. “Temanya keren, Dari Inovasi Menuju Kedaulatan, sangat penting untuk Gen Z,” ujarnya.

Baca juga:

Alumni FPK UNAIR Tembus Industri FMCG

Kisah inspiratif juga datang dari Muhammad Dzaky Irsyad Naufal, alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR yang berhasil menembus industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) melalui jalur Management Trainee (MT).

Dari sekitar 10.000 pendaftar, hanya delapan orang yang lolos hingga tahap akhir. Dzaky menjadi salah satu dari delapan orang tersebut. Kini ia menjabat sebagai Supervisor untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

“Di MT, kita tidak hanya belajar pekerjaan teknis, tapi juga dipersiapkan untuk memegang tanggung jawab manajerial,” ungkap Dzaky.

Kesimpulan

Deretan capaian ini memperlihatkan bahwa UNAIR tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan mahasiswa, alumni, industri, dan mitra internasional. Dari desa wisata di Wonosobo hingga kerja sama lintas negara, UNAIR terus membuktikan perannya sebagai kampus yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Mungkin Anda Suka