Fokus Jepara – Levi JKT48, anggota grup idola JKT48, baru-baru ini mendapat beasiswa kuliah IT meskipun masih duduk di kelas 2 SMA. Prestasi ini patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi para pelajar lainnya.
Kemendikbasmen menyoroti bahwa sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah belum melanjutkan ke perguruan tinggi tiap tahun. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut dilakukan melalui BISA Project yang diinisiasi Salam Setara bersama Kitabisa. Program ini tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga pendampingan berupa bimbingan belajar, mentoring, pengembangan karakter, hingga pembelajaran digital bagi pelajar dari keluarga prasejahtera.
Sejak diluncurkan pada 2024, BISA Project telah mendampingi 623 pelajar dari 26 provinsi. Sebanyak 540 peserta berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dengan 84 persen diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Izzat El Umam Setiadi, salah satu pelajar yang pernah diremehkan, berhasil membuktikan bahwa dirinya bisa lolos UGM dengan beasiswa penuh. Izzat berbagi pengalaman bahwa kata-kata seseorang bisa menjadi penghidup sekaligus peredup semangat, tetapi ia tidak menyerah dan terus berusaha hingga mencapai impiannya.
Kisah Izzat dan Levi JKT48 menjadi contoh bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, banyak pelajar yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Kemendikbasmen ajak kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapan pelajar prasejahtera dan memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia dan membantu mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
