Dunia

Jepang Cetak Rekor Dunia: Lebih dari 100.000 Warga Berusia di Atas 100 Tahun

Jepang Cetak Rekor Dunia: Lebih dari 100.000 Warga Berusia di Atas 100 Tahun
Jepang Cetak Rekor Dunia: Lebih dari 100.000 Warga Berusia di Atas 100 Tahun
A− A+

Fokus Surabaya – Jepang kembali menorehkan sejarah baru dalam bidang kesehatan dan kependudukan. Negara Matahari Terbit itu resmi menjadi negara pertama di dunia yang memiliki lebih dari 100.000 warga berusia minimal satu abad. Tercatat sebanyak 107.677 orang di Jepang telah berusia 100 tahun atau lebih, sebuah pencapaian yang menegaskan posisi Jepang sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia.

Menteri Kesehatan Jepang, Kenichiro Ueno, menyampaikan kabar membanggakan tersebut dalam sebuah konferensi pers di Tokyo. Ia mengaku sangat gembira karena begitu banyak warga Jepang yang mampu tetap aktif dan produktif hingga usia senja. Pencapaian ini bukanlah hasil kebetulan semata, melainkan buah dari berbagai faktor yang saling mendukung.

Baca juga:

Para peneliti meyakini bahwa rekor longevity Jepang ini berkaitan erat dengan beberapa kebiasaan dan kebijakan publik yang telah lama diterapkan. Berikut sejumlah faktor utama yang dinilai berkontribusi terhadap panjangnya usia warga Jepang:

  • Tingkat obesitas yang sangat rendah dibandingkan negara-negara maju lainnya.
  • Pola makan sehat yang kaya akan ikan, sayuran, dan makanan fermentasi.
  • Program skrining kesehatan menyeluruh yang menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat.
  • Sistem layanan kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses.

Kombinasi faktor-faktor tersebut menghasilkan angka kematian yang lebih rendah akibat penyakit jantung dan kanker, dua penyebab utama kematian di banyak negara. Dengan demikian, warga Jepang tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga cenderung menikmati kualitas hidup yang lebih baik di masa senja.

Pencapaian Jepang ini menjadi sorotan dunia, terutama di tengah berbagai tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik. Di saat Amerika Serikat justru menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun guna menekan inflasi yang dinilai terlalu tinggi, Jepang menunjukkan bahwa investasi jangka panjang di bidang kesehatan masyarakat dapat membuahkan hasil yang luar biasa.

Baca juga:

Fenomena ini juga memunculkan diskusi menarik tentang masa depan demografi. Meskipun jumlah centenarian terus bertambah, Jepang sekaligus menghadapi tantangan berupa populasi yang menua dan angka kelahiran yang rendah. Pemerintah dituntut untuk terus berinovasi agar warga lanjut usia tetap sejahtera, sekaligus menjaga keberlanjutan sistem jaminan sosial.

Di sisi lain, dunia hiburan dan olahraga Jepang juga terus bergerak dinamis. Penggemar manga Tanah Air menantikan perilisan Blue Lock Chapter 362 yang dijadwalkan pada 29 September 2026, setelah jeda satu pekan. Sementara di dunia tenis, nama mantan pelatih Carlos Alcaraz, Juan Carlos Ferrero, disebut-sebut akan kembali melatih, dengan Rafael Jodar sebagai kandidat kuat. Dinamika ini menunjukkan bahwa Jepang tidak hanya unggul dalam hal kesehatan, tetapi juga aktif mewarnai panggung global di berbagai bidang.

Kendati demikian, tonggak sejarah 100.000 centenarian ini tetap menjadi berita paling menonjol. Keberhasilan Jepang menciptakan lingkungan yang mendukung hidup sehat dan panjang dapat menjadi contoh bagi negara lain, termasuk Indonesia, yang juga mulai menghadapi transisi demografi menuju populasi menua.

Baca juga:

Dengan capaian ini, Jepang membuktikan bahwa kombinasi kebijakan kesehatan yang inklusif, budaya hidup sehat, dan kesadaran masyarakat merupakan kunci utama untuk memperpanjang usia harapan hidup. Rekor ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan kualitas hidup sebuah bangsa yang mampu merawat warganya dari generasi ke generasi.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka