Fokus Jepara – Polemik makalah ilmiah mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencatut nama Presiden Prabowo Subianto dan mengaitkannya dengan Nobel Perdamaian menuai respons beragam pihak, termasuk dari Istana Kepresidenan. Polemik ini muncul karena makalah berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency” itu mencatut nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis.
Makalah yang berisi tentang program MBG itu pun viral. Selain itu, makalah yang sama juga melampirkan surat dari Kemendagri dengan nomor ND/KIE/001/I/2026. Merespons ini, pemerintah melakukan investigasi atas makalah ilmiah yang menjadi kandidat nobel perdamaian itu.
Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan bahwa program MBG merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, dia memastikan program ini akan terus berjalan selama Prabowo memimpin Indonesia. Hashim menyatakan bahwa sektor kesehatan dan pendidikan merupakan prioritas utama dalam pemerintahan Prabowo.
Pemerintah tengah menajamkan fokus penerima manfaat program MBG dengan menyasar daerah tinggi stunting dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap mendukung proses pendataan penerima manfaat guna memastikan program MBG berjalan lebih akurat dan tepat sasaran.
Menko bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pemerintah menargetkan sejumlah langkah strategis dapat diselesaikan dalam jangka pendek, khususnya terkait penguatan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yakni Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku. Selain memprioritaskan wilayah 3T, pemerintah memprioritaskan daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi dan sangat tinggi.
Kesimpulan dari polemik ini adalah bahwa program MBG tidak akan berhenti selama Prabowo memimpin Indonesia. Jika ada yang menginginkan program ini berhenti, Hashim meminta untuk bersabar menunggu Pemilu 2029 mendatang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
