Sport

Intervensi PM Inggris di Piala Dunia 2026 Dinilai Lebih Buruk dari Trump, John Herdman Angkat Bicara

Intervensi PM Inggris di Piala Dunia 2026 Dinilai Lebih Buruk dari Trump, John Herdman Angkat Bicara
Intervensi PM Inggris di Piala Dunia 2026 Dinilai Lebih Buruk dari Trump, John Herdman Angkat Bicara
Daftar Isi
  1. Intervensi PM Inggris: Lebih Buruk dari Trump?
  2. Fokus Timnas Indonesia di Tengah Kontroversi
  3. Dampak Intervensi Politik terhadap Turnamen
A− A+

Fokus Surabaya – Jelang bergulirnya Piala Dunia 2026, jagat sepak bola internasional dihebohkan oleh pernyataan kontroversial dari Perdana Menteri Inggris yang dikabarkan melakukan intervensi terhadap kebijakan FIFA. Intervensi tersebut dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai langkah yang lebih buruk dibandingkan dengan apa yang pernah dilakukan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Isu ini mencuat bersamaan dengan persiapan Timnas Indonesia yang tengah fokus menghadapi Malaysia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, turut menanggapi situasi ini. Dalam sesi jumpa pers yang digelar di Jakarta, Herdman mengaku tidak ingin terlibat dalam polemik politik yang dapat mengganggu konsentrasi timnya. Namun, ia menegaskan bahwa sepak bola harus bebas dari intervensi politik yang berlebihan.

Baca juga:

Intervensi PM Inggris: Lebih Buruk dari Trump?

Menurut laporan yang beredar, Perdana Menteri Inggris telah melakukan serangkaian komunikasi dengan FIFA untuk memastikan keuntungan bagi tim nasional Inggris dalam penjadwalan dan pemilihan lokasi pertandingan Piala Dunia 2026. Langkah ini dianggap melampaui batas karena melibatkan tekanan diplomatik yang tidak semestinya.

Pengamat sepak bola internasional menilai bahwa tindakan tersebut lebih buruk daripada apa yang dilakukan Donald Trump saat masih menjabat. Trump sebelumnya dikenal sering mengkritik FIFA secara terbuka, tetapi tidak sampai melakukan intervensi langsung terhadap keputusan teknis turnamen. “Ini preseden buruk bagi integritas sepak bola,” ujar seorang analis yang enggan disebutkan namanya.

FIFA sendiri belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan ini. Namun, beberapa sumber internal mengindikasikan bahwa organisasi sepak bola dunia itu sedang melakukan investigasi internal untuk memastikan tidak ada pelanggaran kode etik.

Fokus Timnas Indonesia di Tengah Kontroversi

Di sisi lain, Timnas Indonesia sedang bersiap menghadapi laga krusial melawan Malaysia dalam lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (28/9/2026). John Herdman menyadari betul besarnya rivalitas antara kedua negara.

Baca juga:

“Sebagai orang Newcastle, kami punya derbi besar melawan Sunderland. Jadi dari orang-orang di hotel tempat saya tinggal, saya sangat paham betapa pentingnya pertandingan ini,” ujar Herdman. Ia bahkan menceritakan bahwa setiap sarapan di hotel, selalu ada yang mengingatkannya untuk mengalahkan Malaysia.

Herdman juga mengabarkan bahwa kiper Emil Audero mengalami cedera, sehingga harus menjalani perawatan intensif. Meski demikian, ia optimistis timnya dapat tampil maksimal. “Kami harus fokus pada pertandingan, bukan pada hal-hal di luar lapangan,” tegasnya.

Dampak Intervensi Politik terhadap Turnamen

Intervensi politik dalam sepak bola bukanlah hal baru. Namun, jika benar dilakukan oleh seorang kepala pemerintahan, hal ini dapat merusak prinsip fair play yang menjadi dasar olahraga. Beberapa federasi sepak bola negara lain dikabarkan akan mengajukan protes resmi kepada FIFA jika bukti kuat ditemukan.

Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Inggris sendiri belum memastikan diri lolos, tetapi tekanan politik dapat mempengaruhi undian dan jadwal. Hal ini tentu merugikan tim-tim lain yang berjuang keras untuk lolos.

Baca juga:

Di tengah polemik ini, Herdman mengajak semua pihak untuk menghormati proses kualifikasi. “Sepak bola adalah tentang kompetisi yang adil. Saya berharap semua tim bisa bertanding tanpa tekanan dari pihak mana pun,” pungkasnya.

Kesimpulannya, intervensi PM Inggris dalam Piala Dunia 2026 telah memicu kontroversi besar dan dinilai lebih buruk dari tindakan Trump. Sementara itu, Timnas Indonesia tetap fokus menghadapi Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. John Herdman menekankan pentingnya integritas dan sportivitas dalam sepak bola. Kasus ini menjadi pengingat bahwa politik dan olahraga harus dipisahkan demi menjaga keindahan permainan.

Mungkin Anda Suka