Daftar Isi
Fokus Surabaya – Tim gabungan SAR terus mengintensifkan pencarian terhadap korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Memasuki hari ketiga operasi, tim berhasil menemukan sebuah life jacket yang diduga milik korban di sekitar perairan tersebut. Penemuan ini menjadi titik terang baru dalam upaya pencarian yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, Polri, hingga relawan.
Kapal Arupadhatu 1 diketahui bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga kru menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi. Namun, kapal tersebut kemudian hilang kontak dan memicu operasi pencarian besar-besaran di perairan Selat Sunda.
Penemuan Life Jacket di Perairan Selat Sunda
Dalam operasi SAR H+3, tim gabungan menemukan sebuah life jacket yang mengapung di perairan Selat Sunda. Temuan ini langsung dievakuasi dan diperiksa untuk memastikan apakah benda tersebut merupakan bagian dari perlengkapan kapal Arupadhatu 1. Petugas di lapangan menyatakan bahwa life jacket tersebut akan menjadi salah satu barang bukti penting dalam proses identifikasi korban.
Selain life jacket, tim SAR juga terus menyisir area sekitar titik hilang kontak kapal. Kondisi cuaca dan arus laut menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang beroperasi sejak pagi hingga malam hari. Meski demikian, semangat tim tidak surut demi menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang.
Identifikasi Jenazah Misterius di Pulau Enggano
Di sisi lain, Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri berhasil mengidentifikasi salah satu korban kapal Arupadhatu 1 yang sebelumnya ditemukan sebagai jenazah misterius di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Korban tersebut berinisial SU, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Arupadhatu 1.
Kepastian identitas tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dan dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Kabasarnas Banten Al Amrad, serta unsur Lanal Banten. Proses identifikasi dilakukan melalui koordinasi antara Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Banten dan Biddokkes Polda Bengkulu.
“Setelah menerima informasi adanya penemuan jenazah di wilayah Pulau Enggano, kami berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk dilakukan proses identifikasi dan pencocokan dengan data antemortem dari keluarga korban kapal Arupadhatu 1,” ujar Irjen Pol Hengki.
Proses identifikasi menggunakan sejumlah data primer, meliputi sidik jari, data gigi, serta pemeriksaan DNA dari keluarga korban yang kemudian dibandingkan dengan jenazah yang ditemukan. “Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA oleh Operasi DVI Pusdokkes Polri, jenazah Mr X tersebut secara genetis teridentifikasi sebagai SU yang merupakan ABK kapal Arupadhatu 1 dan salah satu korban hilang kontak saat kapal tersebut melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau,” jelas Hengki.
Penyebaran Hoaks di Tengah Operasi SAR
Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, beredar sebuah video di media sosial yang mengklaim bahwa tim SAR gabungan telah menemukan lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda. Video tersebut beredar di Threads pada 12 September 2026 dan menampilkan seorang perekam yang mengucapkan rasa syukur karena korban telah ditemukan.
Namun, penelusuran Cek Fakta menemukan bahwa klaim tersebut tidak benar. Video yang identik dengan postingan itu ternyata diunggah akun Facebook Mesuji Sat Set pada 11 September 2026 dengan narasi yang berbeda, yakni mengenai korban anggota polisi yang terjatuh di sungai Mesuji. Akun Instagram @sar_nasional juga telah memberikan penjelasan terkait video tersebut. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa video yang mengklaim lima jurnalis telah ditemukan adalah hoaks.
Daftar Korban dan Kronologi Singkat
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Nama Kapal | Arupadhatu 1 |
| Jumlah Penumpang | 5 jurnalis dan 3 kru |
| Titik Keberangkatan | Dermaga Pagedongan, Carita |
| Tanggal Keberangkatan | 7 September 2026 |
| Tujuan | Gunung Anak Krakatau |
| Korban Teridentifikasi | SU (ABK) |
| Lokasi Penemuan Jenazah | Perairan Sawang Bengkok, Enggano |
Operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan berbagai pihak. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari otoritas terkait. Penemuan life jacket di perairan Selat Sunda menjadi harapan baru bagi keluarga korban yang masih menanti kabar.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban yang telah ditemukan. Proses identifikasi dan pencarian terus dilakukan dengan mengedepankan prosedur yang berlaku. Semua pihak berharap agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan keluarga mendapatkan kepastian.







