News

Rafael Leao: Dari Bintang AC Milan ke Sorotan Piala Dunia 2026

Rafael Leao: Dari Bintang AC Milan ke Sorotan Piala Dunia 2026
Rafael Leao: Dari Bintang AC Milan ke Sorotan Piala Dunia 2026
A− A+

Fokus Jepara – Bintang muda AC Milan, Rafael Leao, saat ini sedang menghadapi tekanan besar menjelang Piala Dunia 2026. Meskipun dipanggil oleh pelatih Portugal, Roberto Martinez, untuk memperkuat tim nasional, performa Leao sepanjang musim ini di Serie A telah menarik banyak kritik. Mantan pemain Portugal, Alvaro Magalhaes, merupakan salah satu pengkritik paling vokal yang menilai bahwa Leao tidak layak mendapatkan tempat di skuad.

Leao, yang menempati posisi penyerang sayap, telah mengalami penurunan performa yang signifikan bersama AC Milan. Dalam 30 pertandingan di semua kompetisi, ia hanya mencetak 10 gol dan memberikan tiga assist. Yang lebih mencolok, ia belum mencetak gol di Serie A sejak 1 Maret 2026. Statistik menunjukkan bahwa Milan meraih lebih banyak poin saat Leao tidak berada di lapangan, sebuah indikasi bahwa kontribusinya mulai dipertanyakan.

Baca juga:

Magalhaes mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan Martinez untuk tetap mempertahankan Leao, mengingat kondisi pemain yang tidak dalam performa terbaik. Ia berpendapat bahwa pemain yang menunjukkan performa terbaik di akhir musim seharusnya mendapatkan prioritas untuk mewakili tim di turnamen besar seperti Piala Dunia.

Dalam wawancara, Magalhaes menyatakan, “Rafael Leao menjalani musim yang buruk dan sedang tidak dalam performa bagus, tetapi pelatih selalu mempertahankan pemain menyerang yang sama. Saya pikir pemain yang menutup musim dengan performa terbaik harus menjadi pilihan.” Pernyataan ini menggambarkan betapa besar tekanan yang kini mengarah ke Leao.

Baca juga:

Sementara itu, situasi Leao di AC Milan semakin tidak menentu. Beberapa laporan menyebutkan bahwa klub bersedia mendengarkan tawaran minimal 50 juta euro untuk sang pemain pada bursa transfer musim panas mendatang, nilai yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan valuasi Leao di musim-musim sebelumnya. Penurunan performa dan inkonsistensi menjadi faktor utama yang memengaruhi posisi tawar sang pemain.

Leao menghadapi tantangan besar untuk membuktikan dirinya di Piala Dunia 2026. Momen ini bisa menjadi kesempatan baginya untuk menunjukkan kualitasnya di level tertinggi dan membungkam para pengkritik. Martinez masih percaya bahwa pengalaman dan kecepatan Leao dapat memberikan kontribusi positif bagi Portugal di turnamen tersebut.

Baca juga:

Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat, semua mata kini tertuju pada Rafael Leao. Apakah ia mampu bangkit dari keterpurukan dan menjadi bintang bagi Portugal? Kita tunggu saja aksi-aksinya di lapangan.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka