Daftar Isi
Fokus Surabaya – Mantan bintang tim nasional Rumania, Nicolae Dică, melontarkan kritik tajam terhadap performa timnas negaranya setelah kekalahan memalukan 2-4 dari Bosnia dan Herzegovina pada matchday kedua Grup B4 Liga Nations League. Dalam acara Euro Fotbal yang disiarkan Senin malam, 28 September, Dică mengakui bahwa ia melihat ‘kesalahan tingkat liga dua’ dalam pertandingan yang berlangsung di Arena Nationala tersebut.
Ketika ditanya oleh moderator Vali Moraru apakah ia melihat kesalahan yang biasa terjadi di liga kasta kedua, pria berusia 46 tahun itu menjawab dengan tegas: ‘YA.’ Dică secara khusus menyoroti kesalahan antisipasi antara Andrei Burcă dan Ionuț Radu pada gol ketiga Bosnia, serta bagaimana Bajraktarevic lolos dalam serangan balik dan memberikan umpan silang kepada Gigovic.
“Ada kesalahan besar. Mereka adalah pemain tim nasional, Anda berpikir bahwa Anda membawa yang terbaik dan Anda tidak bisa membayangkan mereka membuat kesalahan seperti itu, seperti yang terjadi di menit-menit awal ketika penyerang Bosnia lolos sendirian, seperti yang terjadi pada gol ketiga ketika Burcă hanya melihat lawan dan bukan bola. Itu kesalahan…” ujar Dică.
Kekalahan ini membuat Rumania terpuruk di dasar klasemen Grup B4 Liga Nations League. Tim asuhan Gică Hagi tersebut kini harus berjuang untuk tetap bertahan di Liga B melalui babak play-off degradasi yang dijadwalkan pada 2027. Ironisnya, promosi ke Liga B sebelumnya diraih di bawah komando mendiang Mircea Lucescu.
Selanjutnya, Rumania akan menghadapi Polandia di kandang sendiri pada 2 Oktober pukul 21:45. Pertandingan ini menjadi krusial bagi Tricolorii untuk bangkit dan menghindari tekanan lebih besar.
Kritik dari Belanda: Van Mosselveld Buka Suara
Di Belanda, direktur FC Groningen, Frank van Mosselveld, angkat bicara mengenai tuduhan tidak etis dalam upaya merekrut Joris Kramer dari Go Ahead Eagles. Menurut Van Mosselveld, direkturnya Go Ahead Eagles, Jan-Willem van Dop, tidak mengatakan kebenaran. “Saya pikir itu minggu terakhir Mei ketika Mo pada hari Rabu meminta izin kepada Marc van Hintum untuk melanjutkan dengan Joris Kramer,” ujarnya dalam podcast Groen Licht.
Van Mosselveld juga menghubungi Van Dop secara langsung. Ia mengklaim agen Kramer justru ingin klub belum diberi tahu, namun Groningen tidak setuju. Pada 9 Juni, Groningen mengajukan tawaran resmi untuk kapten Deventenaren tersebut, tetapi tidak ada respons hingga 19 Juni ketika Go Ahead menyatakan tidak akan menjual Kramer. “Saya tidak akan pernah membicarakan kolega atau klub kolega di media. Mengapa begitu sulit untuk mengatakan kebenaran?” tutup Van Mosselveld.
Kontroversi Wasit di Turki
Sementara itu, dunia sepak bola Turki kembali diguncang. Kepala wasit dan enam orang lainnya ditangkap, menambah kekhawatiran tentang integritas kompetisi di negara itu. Belum ada pernyataan resmi dari federasi terkait penangkapan tersebut.
MasterChef Turki: Enes Menang
Di dunia hiburan, MasterChef Turkiye edisi 28 September 2026 menampilkan babak kedua yang menantang. Setelah melewati tahap krem karamel, 11 kontestan melaju ke babak kedua dengan bahan utama buah delima (hünnap). Enes berhasil memukau para juri dengan hidangannya dan keluar sebagai pemenang malam itu. Para kontestan diminta menyiapkan krem karamel dalam 45 menit, kemudian menciptakan hidangan kreatif dari delima. Penilaian tidak hanya pada rasa tetapi juga presentasi dan teknik.
Kesimpulan
Kekalahan Rumania dari Bosnia tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi para penggemar, tetapi juga memicu kritik pedas dari legenda sepak bola negara itu. Nicolae Dică menyoroti kesalahan mendasar yang seharusnya tidak dilakukan oleh pemain level internasional. Sementara itu, di Belanda, perselisihan transfer antara Groningen dan Go Ahead Eagles menunjukkan bahwa etika dalam negosiasi masih menjadi isu panas. Ditambah lagi dengan penangkapan wasit di Turki, dunia sepak bola Eropa tengah menghadapi berbagai tantangan baik di dalam maupun di luar lapangan.








