Sport

Fakta 7 Tahun Persija Tak Jamu Persib di Jakarta, Shin Tae-yong Kaget Bukan Main: Kita Terus Away?

Fakta 7 Tahun Persija Tak Jamu Persib di Jakarta, Shin Tae-yong Kaget Bukan Main: Kita Terus Away?
Fakta 7 Tahun Persija Tak Jamu Persib di Jakarta, Shin Tae-yong Kaget Bukan Main: Kita Terus Away?
A− A+

Fokus Surabaya – JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengungkapkan kekecewaan mendalam menjelang laga kandang kontra Java United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Pertandingan yang seharusnya digelar di Jakarta itu terpaksa dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9/2026), akibat sanksi Komdis PSSI. Situasi ini menambah daftar panjang persoalan Macan Kemayoran yang kini menghadapi kenyataan pahit: sudah tujuh tahun Persija tidak pernah menjamu Persib Bandung di Jakarta.

Dalam konferensi pers, Jumat (18/9), Shin Tae-yong mengaku sedih karena timnya harus kehilangan keuntungan bermain di hadapan The Jakmania. “Ya, sejujurnya hal ini sangat menyedihkan dan sangat disayangkan. Ini adalah pertandingan kandang kami, tetapi kami tidak bisa bermain di kandang sendiri,” kata pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Baca juga:

Shin berharap situasi serupa tidak terulang. Ia juga meminta doa dan dukungan The Jakmania meski harus menyaksikan dari rumah. “Hal ini tentu membuat hati saya terasa berat. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi ke depannya. Kami memohon doa dan dukungan penuh dari The Jakmania dari rumah, dan kami bertekad untuk membalas dukungan tersebut dengan mempersembahkan kemenangan,” tambahnya.

Sanksi Komdis PSSI dijatuhkan menyusul insiden dalam pertandingan melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Sejumlah suporter Persija melakukan pelanggaran, mulai dari pelemparan botol ke arah pemain Persib, masuk ke area pertandingan, hingga menyalakan suar. Komdis PSSI kemudian menjatuhkan denda total Rp180 juta serta larangan bagi Persija menggelar pertandingan kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Komdis PSSI yang diterbitkan Rabu (16/9/2026).

Ironi tujuh tahun tanpa menjamu Persib di Jakarta menjadi sorotan tajam. Sejak 2019, berbagai faktor seperti sanksi, pandemi, dan regulasi membuat duel panas tersebut selalu tersaji di luar ibu kota. Shin Tae-yong pun dibuat kaget dengan fakta itu. “Kita terus away? Ini sungguh di luar dugaan,” ujarnya singkat.

Baca juga:

Meski demikian, Persija datang dengan modal dua kemenangan beruntun. Pada pekan pertama, Macan Kemayoran mengalahkan Borneo FC 1-0. Pekan kedua, Rizky Ridho dan kawan-kawan menundukkan Persib Bandung 2-1. Shin menilai hasil tersebut sangat berarti karena lawan-lawan mereka merupakan tim papan atas musim lalu.

“Dua kemenangan ini ya sangat bermakna bagi tim Persija, karena lawannya pun tim Borneo itu ya lawannya cukup berat peringkat dua musim lalu dan Persib Bandung yang peringkat satu musim lalu,” kata Shin. “Ya ini kemenangan yang sangat luar biasa dan ini mungkin membuat jalannya Persija Jakarta ke depannya lancar,” tambahnya.

Menghadapi Java United, Shin menginstruksikan anak asuhnya mewaspadai mobilitas tinggi lawan dan Gustavo Almeida, eks pemain Persija yang bisa menjadi ancaman. Ia menilai kondisi skuadnya cukup baik dan kepercayaan diri pemain meningkat.

Baca juga:

Persija bertekad melanjutkan rekor kemenangan meski harus bermain jauh dari Jakarta. Laga di Gianyar akan menjadi ujian mental bagi pasukan Shin Tae-yong. Dukungan The Jakmania dari rumah diharapkan mampu menjadi energi tambahan.

Dengan situasi yang serba sulit, Persija dituntut tetap fokus. Sanksi Komdis PSSI menjadi pukulan telak, tetapi tim berjuluk Macan Kemayoran itu harus membuktikan kualitasnya di lapangan. Kemenangan atas Java United akan menjadi jawaban sekaligus pelepas dahaga bagi suporter yang sudah lama merindukan laga kandang sesungguhnya di Jakarta.

Mungkin Anda Suka