Fokus Surabaya – Piala Dunia 2026 telah usai, meninggalkan cerita mendalam bagi para bintang sepak bola dunia. Cristiano Ronaldo dan Harry Kane menjadi sorotan setelah turnamen tersebut. Ronaldo, yang telah lima kali tampil di Piala Dunia, mengakui bahwa ia sempat berpikir untuk pensiun dari tim nasional Portugal. Sementara Kane, kapten Inggris, harus menerima kenyataan pahit tersingkir di semifinal oleh Argentina. Keduanya kini berbagi cerita tentang bagaimana mereka mengatasi kekecewaan dan memutuskan untuk terus melanjutkan karier internasional.
Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, secara mengejutkan tetap dipanggil ke dalam skuad Portugal oleh pelatih baru Jorge Jesus untuk pertandingan Nations League melawan Wales, Denmark, dan Norwegia. Dalam konferensi pers menjelang laga melawan Wales, Ronaldo mengungkapkan bahwa ia sempat ragu untuk melanjutkan. “Ya, saya selalu memikirkan keputusan saya, saya memikirkan segalanya. Anda melihat saya di sini, jadi saya memutuskan untuk melanjutkan,” ujarnya. “Saya masih percaya bahwa saya mampu membantu tim nasional mencapai apa yang mereka inginkan. Saya bisa memberikan dukungan, tidak hanya melalui gol, tetapi juga di luar lapangan.”
Meskipun demikian, Ronaldo menyadari bahwa usia bukan lagi sekadar angka. Banyak pengamat menilai bahwa performanya menurun di Piala Dunia 2026. Bahkan, sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar terkemuka Portugal, A Bola, menunjukkan bahwa Ronaldo tidak masuk dalam starting XI pilihan pembaca untuk laga melawan Wales. Menanggapi hal ini, Ronaldo berkata, “Saya sudah sering mengatakannya di rumah bersama teman-teman. Saya telah bermain sepak bola selama bertahun-tahun, saya diterima di hampir semua tempat, kecuali beberapa pengecualian. Saya merasa penggemar Portugal menyukai saya, tetapi saya paham bahwa beberapa saluran TV ingin mengkritik saya. Mereka berharap saya tidak lagi datang ke tim nasional, tetapi saya masih bisa menjauh dari itu. Saya sudah terbiasa. Lebih dari 20 tahun saya melakukan ini, tetapi kenangan saya bersama orang-orang yang mencintai saya.”
Ronaldo saat ini memiliki 979 gol sepanjang karier bersama klub dan negara. Ia menegaskan bahwa ia tidak terobsesi dengan target 1.000 gol, namun ia mengakui bahwa mencetak gol ke-1.000 untuk tim nasional Portugal akan menjadi cerita yang indah. “Mencetak gol ke-1.000 saya untuk tim nasional akan menjadi puncak dari sesuatu – cerita yang indah. Itu bukan akhir, tetapi akan menjadi cerita yang indah. Saya sudah mengakui bahwa saya ingin mencapainya, dan saya akan mencapainya. Obsesi? Tidak. Sisanya adalah tentang menikmati setiap hari,” tambahnya.
Sementara itu, Harry Kane harus menghadapi kekecewaan yang mendalam setelah Inggris tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026 oleh Argentina. Kane mengaku bahwa rasa sakit akibat kekalahan tersebut bahkan lebih buruk daripada kegagalannya mengeksekusi penalti di perempat final Piala Dunia 2022 melawan Prancis. “Anda tidak punya pilihan. Anda harus move on. Saya sangat bersemangat tentang Inggris, terutama karena saya telah menjalani perjalanan ini. Saya telah ke final, semifinal, dan hampir. Setiap kekalahan menyakitkan dengan cara yang berbeda. Yang ini sakit, lebih dari yang lain. Saya mungkin akan mengatakan bahkan lebih dari ketika saya melewatkan penalti di Qatar karena cara terjadinya. Itu bukan kami sebagai tim,” ujar Kane.
Kane menekankan bahwa Inggris harus menggunakan rasa sakit itu sebagai motivasi untuk bangkit. Saat ini, ia dan rekan-rekannya sedang bersiap untuk memulai kampanye Nations League melawan juara dunia Spanyol di Wembley pada Sabtu mendatang. “Kami harus membuka lembaran baru. Kami tidak menunjukkan diri kami yang sebenarnya melawan Argentina. Itu menyakitkan, tetapi kami harus belajar dari itu,” tegasnya.
Di sisi lain, dunia sepak bola juga menyoroti persiapan menuju Piala Dunia 2027 dalam cabang olahraga lain. Pelatih kepala India, Gautam Gambhir, memuji pengaruh Virat Kohli dan Rohit Sharma terhadap perkembangan Shubman Gill sebagai kapten ODI India. Gill akan memimpin India melawan West Indies dalam seri tiga pertandingan ODI, dengan pertandingan pertama di Thiruvananthapuram pada 27 September. “Dalam kriket satu hari, dia sangat beruntung memiliki Rohit dan Virat untuk membantunya di lapangan dan di luar lapangan. Lebih penting lagi, ketenangan dan kemampuannya mengesampingkan emosi sangat penting karena ketika Anda muda, terkadang Anda bisa terbawa emosi,” kata Gambhir. Gill dianggap telah memenuhi semua kriteria sebagai kapten, dan kehadiran Kohli serta Rohit memberikan pengalaman berharga bagi tim India yang sedang membangun menuju Piala Dunia ODI 2027.
Sementara itu, dalam dunia rugby, Wales telah menyusun starting XV terbaik mereka tepat satu tahun sebelum Piala Dunia Rugby 2027 di Australia. Pelatih Steve Tandy diperkirakan akan mengandalkan pemain seperti full-back Scarlets, Murray, dan pemain sayap Bristol Bears, Louis Rees-Zammit, yang kembali dari karir American football profesional. Wales akan memulai kampanye Piala Dunia melawan Zimbabwe di Adelaide Oval. Meskipun masih ada waktu bagi pemain untuk merebut posisi, susunan tim saat ini memberikan gambaran jelas tentang strategi Tandy.
Dari berbagai cabang olahraga, semangat kompetisi dan dedikasi para atlet untuk terus berprestasi di level internasional tetap menyala. Ronaldo dan Kane, meskipun dihadapkan pada kekecewaan, memilih untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi negara mereka. Kisah mereka menjadi inspirasi bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru yang lebih matang. Sementara itu, persiapan menuju Piala Dunia di cabang lain menunjukkan bahwa dunia olahraga terus bergerak dinamis, dengan regenerasi dan strategi baru yang terus berkembang.








