Fokus Jepara – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua saham baru yang dinyatakan dikuasai segelintir pihak, yakni PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG). Kedua saham ini masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) dengan struktur kepemilikan saham terkonsentrasi di atas 90%.
Berdasarkan struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per tanggal 30 Juni 2026, HATM terindikasi dimiliki segelintir pihak yang secara agregat menguasai 96,09% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat. Sementara itu, DGWG masuk dalam kategori HSC berdasarkan struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per tanggal 25 Juni 2026, dengan pemegang saham yang secara agregat menguasai 97,35% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
BEI menegaskan bahwa pengumuman ini bukan berarti kedua saham tersebut melanggar peraturan perundang-undangan. Saham dalam kategori HSC juga tidak lantas melanggar ketentuan di bidang pasar modal. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal.
Daftar saham dengan pemegang saham terkonsentrasi tinggi (HSC) di BEI terus bertambah. Sebelumnya, sudah ada 12 perusahaan tercatat yang masuk dalam daftar HSC, antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), dan lain-lain.
Penetapan HSC didasarkan pada metodologi yang mengacu pada struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat (scrip) maupun tanpa warkat (scripless). Dengan demikian, investor perlu memantau perkembangan saham-saham ini dan memahami implikasi dari status HSC terhadap kinerja dan prospek saham di masa depan.
Kesimpulan dari pengumuman BEI ini adalah bahwa investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi. Penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja saham dan memantau perkembangan terbaru di pasar modal.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
