News

Blackout Listrik Sumatera: Pelajaran Keras untuk PLN

Blackout Listrik Sumatera: Pelajaran Keras untuk PLN
Blackout Listrik Sumatera: Pelajaran Keras untuk PLN
A− A+

Fokus Jepara – Sumatera mengalami blackout listrik yang besar pada tanggal 22 Mei, menutupi enam provinsi dan menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. Badai yang terjadi di Jambi dijadikan alasan oleh PLN untuk meminta maaf, tetapi penjelasan ini tidak cukup untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang sebenarnya menyebabkan blackout ini.

Menurut PLN, blackout ini disebabkan oleh gangguan pada jaringan transmisi 275 kilovolt Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi. Namun, provinsi Jambi tidak melaporkan kejadian bencana alam seperti banjir atau gempa bumi pada saat itu.

Baca juga:

Beberapa analis mempertanyakan kemampuan PLN dalam menjaga keamanan dan kinerja jaringan listrik, serta kemampuan mereka dalam menghadapi gangguan teknis. Mereka juga menuding bahwa PLN sering kali tidak jujur dalam memberikan informasi tentang penyebab blackout dan tidak memberikan ganti rugi yang cukup kepada konsumen.

Blackout listrik di Sumatera bukanlah kejadian langka. Pada tahun 2016, Sumatera mengalami blackout listrik yang besar, menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan bisnis. Pada tahun 2020, Sumatera kembali mengalami blackout listrik yang besar, menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan bisnis.

Baca juga:

Untuk menghindari kejadian blackout listrik seperti ini di masa depan, pemerintah dan PLN harus melakukan langkah-langkah yang lebih serius untuk meningkatkan kinerja dan keamanan jaringan listrik. Ini termasuk meningkatkan investasi pada infrastruktur listrik, meningkatkan kemampuan teknis dan manajemen, serta meningkatkan transparansi dalam memberikan informasi tentang penyebab blackout dan ganti rugi.

Blackout listrik di Sumatera adalah pelajaran keras untuk PLN dan pemerintah. Mereka harus belajar dari kesalahan ini dan melakukan langkah-langkah yang lebih serius untuk meningkatkan kinerja dan keamanan jaringan listrik.

Baca juga:

Dengan demikian, masyarakat Sumatera dapat memiliki akses listrik yang lebih stabil dan lebih aman.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka