Fokus Jepara – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) kembali menjadi sorotan setelah dinyatakan belum mencairkan dana hibah yang diklaim pernah dijanjikan kepada kota-kota penyelenggara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS). Setiap kota tuan rumah disebut dijanjikan bakal menerima legacy contribution sebesar 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 18 miliar.
Menurut laporan The Athletic, informasi tersebut disampaikan oleh empat eksekutif komite tuan rumah di AS yang enggan disebutkan identitasnya. Mereka menyatakan, manajemen senior FIFA berulang kali menyampaikan janji kontribusi dana tersebut secara lisan.
Janji itu berawal saat Presiden FIFA Gianni Infantino pada 2025 mengumumkan pemberian dana serupa kepada 11 kota penyelenggara Piala Dunia Antarklub di AS. Kala itu, Infantino menyebut dana bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan lapangan sepak bola mini serta dukungan terhadap berbagai proyek sosial.
Pengumuman tersebut mendorong kota-kota tuan rumah Piala Dunia 2026 mempertanyakan komitmen serupa dari FIFA. Terlebih, skala dan durasi turnamen Piala Dunia jauh lebih besar, yakni berlangsung selama 39 hari.
Mengingat kabar tersebut, FIFA bantah keras tuduhan yang menyebutnya memberikan perlakuan istimewa kepada perempuan eks bawahannya. FIFA juga menegaskan tidak ada bukti yang mendukung kebenaran tuduhan tersebut.
Di sisi lain, FIFA telah membayarkan uang hadiah yang tertunggak kepada para pemain dan staf tim nasional Yordania atas keberhasilan mereka mencapai final Piala Arab 2025 di Qatar. Pembayaran tersebut dilakukan setelah Pangeran Ali bin Hussein, Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania, menuduh FIFA melakukan pemerasan terkait tekanan politik dalam organisasi sepak bola dunia tersebut.
FIFA sendiri belum memberikan tanggapan terhadap tuduhan Pangeran Ali mengenai dugaan tekanan dan tawaran bantuan tersebut.
Kejadian ini menunjukkan bahwa FIFA masih memiliki banyak hal yang perlu diperbaiki dalam hal transparansi dan kejujuran dalam organisasi sepak bola dunia tersebut.
Setelah analisis yang mendalam, dapat disimpulkan bahwa FIFA masih memiliki banyak hal yang perlu diperbaiki dalam hal transparansi dan kejujuran dalam organisasi sepak bola dunia tersebut.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
