Sport

Indonesia Hancur di Piala AFF, Presiden Semen Padang Kritik Tajam John Herdman

Indonesia Hancur di Piala AFF, Presiden Semen Padang Kritik Tajam John Herdman
Indonesia Hancur di Piala AFF, Presiden Semen Padang Kritik Tajam John Herdman
Daftar Isi
  1. Perubahan Drastis Skuad dan Perumpamaan Formula 1
  2. Kritik Presiden Semen Padang: Herdman Dinilai Tidak Layak
  3. Jadwal Ujian Perdana Melawan Singapura
  4. Kesimpulan
A− A+

Fokus Surabaya – Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi sepak bola nasional. Kekecewaan tidak hanya datang dari para pendukung, tetapi juga dari kalangan pengurus klub. Presiden Semen Padang, Hasril Abrar, melontarkan kritik pedas kepada pelatih John Herdman yang dinilai gagal membangun fondasi tim yang solid.

Kritik tersebut muncul setelah Indonesia tersingkir secara mengecewakan dari turnamen bergengsi Asia Tenggara itu. Menurut Hasril, Herdman terlalu sering melakukan eksperimen dan tidak memiliki pola permainan yang jelas. Ia menilai skuad Garuda tampil tanpa identitas dan mudah dibaca oleh lawan.

Baca juga:

Perubahan Drastis Skuad dan Perumpamaan Formula 1

Di sisi lain, Herdman sendiri mengakui bahwa skuad yang dibawanya ke Piala AFF sangat berbeda dengan yang kini dipersiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Hanya sekitar lima pemain dari Piala AFF yang kembali dipanggil. Kehadiran banyak pemain abroad menambah kedalaman skuad, tetapi juga memunculkan tantangan baru dalam membangun chemistry.

“Tentu saja ini tim yang berbeda. Ini tim yang benar-benar berbeda,” ujar Herdman usai latihan di Jakarta, Selasa (22/9/2026). “Maksud saya, hanya ada sekitar lima pemain yang kami bawa dari turnamen tersebut ke skuad saat ini, jadi ini sangat berbeda.”

Pelatih asal Inggris itu lantas menggunakan perumpamaan unik untuk menggambarkan perbedaan karakter kedua turnamen. “Jadi ini seperti membandingkan balapan Formula 1 dengan balapan reli, dua hal yang sangat berbeda,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF memiliki tantangan berbeda sehingga pendekatan taktik juga tidak bisa disamakan.

Kritik Presiden Semen Padang: Herdman Dinilai Tidak Layak

Hasril Abrar tidak tinggal diam. Ia menyoroti keputusan Herdman yang dianggap terlalu banyak melakukan rotasi tanpa memperhatikan keseimbangan tim. Menurutnya, kekalahan di Piala AFF bukan semata karena kualitas pemain, melainkan karena kelemahan strategi dan manajemen tim.

Baca juga:

“Kalau hanya alasan perbedaan turnamen, itu tidak cukup. Publik ingin melihat tim yang punya nyali dan organisasi permainan yang rapi. Selama ini yang kita lihat justru kebingungan di lapangan,” kata Hasril dalam keterangannya kepada media.

Ia juga mempertanyakan mengapa Herdman baru menyadari pentingnya kedalaman skuad setelah turnamen bergengsi tersebut berakhir. Menurutnya, evaluasi seharusnya dilakukan jauh sebelum kompetisi dimulai.

Jadwal Ujian Perdana Melawan Singapura

Terlepas dari kritik tersebut, Herdman kini fokus mempersiapkan tim untuk laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura pada Jumat mendatang. Pertandingan ini akan menjadi ujian pertama bagi komposisi baru yang diisi banyak pemain abroad.

Herdman berharap para pemain yang berkarier di luar negeri dapat memberikan dampak instan. Ia menyebut kedalaman skuad saat ini memberinya lebih banyak opsi untuk menentukan starter dan melakukan rotasi sepanjang turnamen.

Baca juga:

Namun, tekanan tetap tinggi. Publik dan pengurus klub seperti Semen Padang akan terus mengawasi apakah perubahan besar ini mampu membawa Indonesia bangkit atau justru mengulang kegagalan serupa.

Kesimpulan

Kritik tajam dari Presiden Semen Padang menjadi cerminan besarnya ekspektasi terhadap Timnas Indonesia. Perubahan drastis skuad dan perumpamaan Formula 1 versus reli ala John Herdman belum cukup meredam kekecewaan. Ujian melawan Singapura akan menjadi pembuktian apakah strategi baru ini berbuah manis atau sekadar janji tanpa hasil.

Mungkin Anda Suka