Sport

Xuan Son Cedera, Vietnam Kehilangan Mesin Gol di FIFA ASEAN Cup 2026

Xuan Son Cedera, Vietnam Kehilangan Mesin Gol di FIFA ASEAN Cup 2026
Xuan Son Cedera, Vietnam Kehilangan Mesin Gol di FIFA ASEAN Cup 2026
A− A+

Fokus Surabaya – Timnas Vietnam harus menerima pukulan telak di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Penyerang naturalisasi andalan mereka, Nguyen Xuan Son, dipastikan absen hingga sisa turnamen setelah mengalami cedera robek otot hamstring. Cedera tersebut terjadi saat Vietnam menghadapi Filipina pada laga perdana Grup B di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Berdasarkan keterangan resmi Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), insiden bermula ketika Xuan Son dilanggar oleh pemain Filipina, Amani Aguinaldo, pada menit ke-57. Pemain berusia 29 tahun itu sempat mencoba melanjutkan pertandingan, namun kondisi fisiknya memburuk hingga ia terjatuh dan menahan sakit. Setelah berkonsultasi dengan tim medis, Xuan Son akhirnya ditarik keluar. Hasil pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) kemudian mengonfirmasi adanya robekan pada otot hamstring. Ia diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan sekitar empat hingga enam pekan.

Baca juga:

Kepastian ini menjadi pukulan berat bagi lini depan The Golden Star. Xuan Son merupakan pemain kunci yang diandalkan untuk membongkar pertahanan lawan. Kejadian ini pun mengulang memori buruk saat ia mengalami cedera serupa pada leg kedua final Piala AFF 2024 melawan Thailand, yang membuatnya absen selama hampir satu tahun. Kini, ia harus kembali menepi setelah baru tampil satu pertandingan di turnamen bergengsi ini.

Melalui akun Instagram pribadinya, Xuan Son menyampaikan rasa kecewanya. “Ini benar-benar momen yang sedih bagi Son secara pribadi, karena Son benar-benar ingin berkontribusi pada negara untuk membawa kembali gelar lainnya. Ini mengecewakan, tapi itulah sepak bola. Sekarang, Son akan terus mendukung dan menyokong tim, dengan tujuan mencapai pencapaian tertinggi. Son sendiri akan berusaha sebaik mungkin untuk kembali lebih kuat secepat mungkin,” tulisnya.

Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, telah memberikan izin kepada Xuan Son untuk meninggalkan Indonesia dan kembali ke Vietnam lebih awal guna menjalani proses penyembuhan intensif. Departemen Tim Nasional VFF juga telah berkoordinasi dengan FIFA untuk mengatur kepulangannya. Karena FIFA ASEAN Cup 2026 berada di bawah naungan resmi FIFA, seluruh biaya perjalanan pemulangan Xuan Son ke Vietnam ditanggung penuh oleh organisasi sepak bola dunia tersebut. Setibanya di negara asal, ia akan langsung menjalani penanganan medis sesuai program yang disusun tim medis.

Sementara itu, FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri tengah menunjukkan wajah baru persaingan sepak bola Asia Tenggara. Turnamen ini menghadirkan duel kompetitif, kualitas pemain yang lebih tinggi, serta keterlibatan sejumlah pemain naturalisasi anyar. Kehadiran para pemain utama dari masing-masing negara membuat persaingan terasa semakin terbuka. Setiap pertandingan tidak hanya menjadi perebutan poin, tetapi juga memperlihatkan perkembangan kualitas sepak bola negara-negara ASEAN.

Gambaran tersebut terlihat di Grup B ketika Vietnam harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Nguyen Dinh Bac pada menit ke-25 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Meski akhirnya menelan kekalahan, Filipina mampu memberikan perlawanan dan beberapa kali mengancam lini pertahanan Vietnam. Situasi itu menjadi bukti bahwa tidak ada pertandingan yang mudah di FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca juga:

Persaingan ketat juga mulai terasa di Grup A. Timnas Indonesia membuka kiprahnya dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, sementara Malaysia mengawali turnamen dengan menundukkan Bangladesh 3-0. Hasil tersebut semakin menarik karena Indonesia dan Malaysia akan bertemu pada pertandingan berikutnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/09/2026) pukul 19.30 WIB.

Duel dua negara bertetangga itu menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan dalam persaingan Grup A. Ketua Umum PSSI Erick Thohir melihat keseriusan negara-negara ASEAN dalam menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, peserta tidak sekadar mengikuti turnamen, tetapi juga menyiapkan komposisi terbaik untuk bersaing.

“Tim-tim ASEAN juga mengirimkan pemain-pemain terbaiknya, termasuk rekrutan-rekrutan naturalisasi yang baru,” jelas Erick Thohir di Jakarta, Minggu (28/9/2026). Menurut Erick, kondisi tersebut menjadi indikator adanya peningkatan keseriusan negara-negara Asia Tenggara dalam membangun kekuatan tim nasional masing-masing. “Karena saya melihat keseriusan dari negara-negara tetangga untuk FIFA Matchday ini terjadi banyak sekali percepatan juga naturalisasi,” tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan Pelatih Thailand Anthony Hudson. Kondisi tersebut, menurut Hudson, membuat persaingan turnamen menjadi lebih kompetitif dibandingkan edisi sebelumnya. “Saya pikir level turnamen ini jelas lebih tinggi karena semua tim membawa pemain-pemain utama. Pada AFF lalu, kami tidak membawa pemain utama,” ungkapnya.

Peningkatan level kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026 juga terlihat dari perhatian yang diberikan FIFA. Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström hadir dalam rangkaian upacara dan pertandingan pembukaan di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Grafström bersama Erick Thohir turut mempresentasikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kehadiran jajaran petinggi FIFA menegaskan posisi turnamen ini sebagai bagian dari agenda sepak bola kawasan yang mendapat perhatian dari federasi sepak bola dunia.

Baca juga:

Tidak berhenti di pembukaan, Presiden FIFA Gianni Infantino juga dijadwalkan hadir pada pertandingan final yang berlangsung di SUGBK pada 5 Oktober 2026. Sebelum menyaksikan laga puncak, Infantino direncanakan bertemu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 4 Oktober. Setelah itu, ia akan menghadiri pertandingan final bersama sejumlah pemimpin federasi sepak bola dari Asia Tenggara dan kawasan Asia lainnya.

“Rencananya Presiden Gianni akan bertemu Bapak Presiden Prabowo Subianto tanggal 4 (Oktober). Dan tanggal 5-nya di sini, mengundang beberapa presiden dari Asia Tenggara dan juga Asia lainnya untuk menghadiri penutupan pertandingan final,” jelas Erick.

Dengan absennya Xuan Son, Vietnam dipastikan kehilangan daya gedor di lini depan. Meski demikian, mereka masih memiliki stok pemain lain untuk tetap bersaing di Grup B. Sementara itu, persaingan di Grup A semakin memanas menjelang duel Indonesia vs Malaysia yang akan menjadi penentu langkah menuju final.

Kehilangan Xuan Son menjadi pengingat kerasnya kompetisi di FIFA ASEAN Cup 2026. Cedera bisa menimpa siapa saja, dan setiap tim harus siap dengan segala kemungkinan. Vietnam kini harus berjuang tanpa mesin gol mereka, sementara tim-tim lain terus menunjukkan ambisi untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Mungkin Anda Suka