Dunia

Iran Terima Info AS Siapkan Serangan Terbaru, Pezeshkian Peringatkan Respons Tegas

Iran Terima Info AS Siapkan Serangan Terbaru, Pezeshkian Peringatkan Respons Tegas
Iran Terima Info AS Siapkan Serangan Terbaru, Pezeshkian Peringatkan Respons Tegas
A− A+

Fokus Surabaya – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Teheran telah menerima informasi intelijen yang mengindikasikan Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan serangan militer terbaru terhadap Iran. Informasi tersebut, menurut Pezeshkian, diperoleh setelah AS mendapatkan lampu hijau dari sejumlah negara Arab di kawasan Teluk. Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis Fox News, Bret Baier, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pekan ini.

“Kami tidak pernah memulai perang, namun jika mereka ingin terus berperang melawan kami, kami akan merespons dengan keras dan secara tegas,” ujar Pezeshkian, seperti dikutip Press TV, Sabtu (26/9/2026). Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman kedaulatan negaranya.

Baca juga:

Presiden Iran itu juga menekankan bahwa negaranya terpaksa membela diri setiap kali mendapat serangan. “Kami tidak memilih perang. Perang itu dipaksakan kepada kami. Kami tidak menginginkan perang. Sebaliknya, setiap kali mereka menyerang kami, kami terpaksa membela diri,” katanya.

Dalam wawancara tersebut, Pezeshkian menolak segala bentuk tekanan yang bertujuan memaksa Teheran menyerah di luar kerangka hukum internasional. “Dan saat ini, tekanan yang terus mereka berikan kepada kami bertujuan memaksa kami untuk menyerah di luar kerangka hukum internasional, itu adalah sesuatu yang mustahil,” tegasnya.

Konflik bersenjata antara Iran dan AS beserta sekutunya telah berkecamuk sejak akhir Februari lalu. Perang diawali oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran. Meskipun sempat diwarnai gencatan senjata rapuh, pertempuran kembali berkobar. Pada Juni lalu, kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang secara permanen. Namun, MoU tersebut kolaps setelah kedua pihak saling menuduh adanya pelanggaran. Pertempuran pun kembali meledak, dengan AS dan Iran saling melancarkan serangan.

Baca juga:

Perselisihan sengit memperebutkan kendali atas Selat Hormuz semakin memperburuk situasi konflik dan mempersulit upaya diplomasi. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis dunia, sehingga ketegangan di wilayah ini berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi global.

Ketika ditanya mengenai negosiasi terbaru yang dilakukan secara tidak langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff di sela-sela Sidang Umum PBB, Pezeshkian menegaskan bahwa posisi Teheran tetap berlandaskan hukum internasional. Ia menekankan bahwa Iran terbuka terhadap solusi damai, asalkan tidak ada pihak yang mencoba memaksakan kehendak di luar koridor hukum.

Pernyataan Pezeshkian ini menambah kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah. Sejumlah pengamat menilai bahwa informasi mengenai persiapan serangan AS dapat memicu ketegangan baru yang lebih luas. Negara-negara Arab yang disebut memberikan lampu hijau juga berisiko terseret dalam pusaran konflik yang berkepanjangan.

Baca juga:

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih maupun Kementerian Luar Negeri AS terkait pernyataan Presiden Iran tersebut. Publik internasional berharap agar kedua belah pihak dapat menahan diri dan kembali ke meja perundingan untuk menghindari korban jiwa yang lebih banyak.

Dengan situasi yang semakin memanas, kemampuan diplomasi menjadi kunci untuk mencegah perang terbuka yang lebih besar. Iran menegaskan tidak akan menyerah pada tekanan, sementara AS belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan operasi militernya. Dunia pun menanti langkah selanjutnya dari kedua negara.

Mungkin Anda Suka