Ekonomi

Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources, Intip Koleksi Sahamnya di BEI

Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources, Intip Koleksi Sahamnya di BEI
Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources, Intip Koleksi Sahamnya di BEI
A− A+

Fokus Surabaya – JAKARTA — Peta kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bergejolak. Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, melalui PT Jhonlin Baratama menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat untuk mengakuisisi sekitar 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang sebelumnya dikuasai Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Penandatanganan berlangsung pada 16 September 2026 dan mencakup pembelian 10.000.000.500 lembar saham biasa BYAN.

Direktur BYAN, Jenny Quantero, menegaskan bahwa penyelesaian transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan. Setelah seluruh syarat terpenuhi, Jhonlin Baratama akan menggenggam 30 persen dari total 33.333.335.000 lembar saham beredar perseroan. Manajemen BYAN memastikan aksi korporasi ini tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Baca juga:

Sebelum transaksi resmi rampung, Dato Low Tuck Kwong selaku pemegang saham pengendali masih memiliki sekitar 13,42 miliar lembar saham atau setara 40,25 persen kepemilikan. Sementara itu, Elaine Low menguasai sekitar 7,33 miliar lembar saham atau 22,00 persen. Jhonlin Baratama sendiri merupakan bagian dari Jhonlin Group milik pengusaha asal Kalimantan Selatan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan batu bara dan nikel serta penyewaan peralatan tambang.

Pasar merespons positif kabar tersebut. Harga saham BYAN melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas dengan penguatan hampir 20 persen pada hari pengumuman, setelah sebelumnya diperdagangkan di level Rp11.525 per lembar pada penutupan Kamis, 17 September 2026. Namun, di sisi lain, lembaga pemeringkat Moody’s mengubah outlook kredit BYAN dari stabil menjadi negatif. Moody’s memperkirakan EBITDA BYAN pada 2026 dapat turun sekitar 36 persen menjadi sekitar US$700 juta jika kuota produksi batu bara tidak bertambah, dengan tekanan lanjutan diperkirakan terjadi pada 2027.

Langkah Haji Isam di BYAN melengkapi portofolio sahamnya di sejumlah perusahaan terbuka. Berikut koleksi sahamnya di bursa:

Baca juga:
  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN) — sekitar 30 persen saham melalui PT Jhonlin Baratama, hasil perjanjian jual beli saham bersyarat 16 September 2026.
  • PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) — 6.836.867.700 saham atau setara 20,05 persen, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek periode Agustus 2026. Saham ini diperoleh melalui transaksi pembelian pada Mei 2026 dan menempatkannya sebagai pemegang saham di atas 5 persen.
  • PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) — sekitar 1 persen saham. Haji Isam bahkan hadir dan ikut menekan tombol bel dalam seremoni pencatatan saham perdana RANS di BEI pada 10 Juli 2026.

Kehadiran Haji Isam dalam prosesi initial public offering (IPO) RANS menegaskan posisinya sebagai investor strategis yang aktif di pasar modal Indonesia. Founder RANS, Raffi Ahmad, mengungkapkan bahwa kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Raffi, Haji Isam merupakan salah satu mentornya dan percaya penuh pada prospek perusahaan yang ia dirikan bersama Nagita Slavina itu.

Perlu dicatat, RANS Entertainment memiliki jejak panjang di industri hiburan dan ekonomi digital. Sejak Maret 2022, Raffi resmi mengumumkan proyek metaverse RansVerse yang menyediakan lebih dari 24.000 bidang tanah virtual. Proyek itu dikembangkan bersama VCGamers dengan $VCG Token sebagai alat transaksi, serta direncanakan menampung berbagai lini ekosistem, mulai dari klub bola, klub basket, zoo, musik, konten, hingga film. Tak hanya di dunia maya, RANS juga merambah sepak bola melalui RANS Nusantara FC yang baru saja mencatat kemenangan comeback dramatis 3-2 atas Persiba Balikpapan pada pekan perdana Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, 13 September 2026.

Dengan langkah investasi yang signifikan di sektor pertambangan dan media, Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain besar dalam struktur kepemilikan saham perusahaan di Indonesia. Transaksi senilai miliaran lembar saham ini menjadi momen penting bagi BYAN dan pasar modal nasional, mengingat besarnya pengaruh perubahan kepemilikan strategis terhadap arah bisnis dan sentimen pasar ke depan.

Baca juga:

Mungkin Anda Suka