Fokus Surabaya – Timnas Malaysia mendapatkan kabar buruk jelang bentrok dengan Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026. Gelandang Wan Kuzain diminta kembali ke Amerika Serikat oleh klubnya, Sporting JAX, sehingga tidak bisa melanjutkan perjuangannya bersama Harimau Malaya. Kabar tidak mengenakan itu disampaikan oleh sang pelatih Tan Cheng Hoe.
Wan Kuzain kembali ke AS pada 10 Agustus atau satu hari setelah Malaysia meraih kemenangan 2-1 atas Filipina pada laga terakhir fase grup. Padahal, pemain berusia 27 tahun itu menunjukkan performa yang memikat di fase grup. Wan Kuzain melakoni debut saat Malaysia menang 2-1 atas Myanmar dan mencetak gol lewat tendangan bebas ketika menang telak 4-0 atas Laos.
Absennya Wan Kuzain menambah pelik persoalan Malaysia di lini tengah. Selain Wan Kuzain, Endrick Dos Santos, Jimmy Raymond, Fazrul Amir Zaman, dan Aliff Haiqal diperkirakan tidak akan bisa main di sisa turnamen ini. Sedangkan kondisi Engku Shakir masih belum pasti dan Mohamadou Sumareh juga diragukan kondisinya.
Artinya Malaysia mengalami krisis pemain yang serius karena potensi kehilangan enam sampai tujuh pemain kunci. "Kami sedang menghadapi masalah di lini tengah, ditambah lagi Aliff Haiqal juga mengalami cedera. Situasi ini tentu akan melemahkan tim, khususnya di sektor tengah, mengingat ada dua atau tiga pemain yang juga mengalami kendala," ucap Cheng Hoe.
Malaysia menjamu Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026 di Kuala Lumur FA Stadium, Minggu (16/8). Vietnam datang dengan status juara bertahan, sementara Malaysia membidik revans atas kekalahan mereka di final edisi 2018. Harimau Malaya melaju sebagai runner-up Grup B dengan koleksi 9 poin hasil tiga kemenangan dan sekali kalah.
Di sisi lain, Vietnam memuncaki Grup A dengan 10 poin, unggul atas Singapura dan Timnas Indonesia, untuk merebut tiket empat besar. Dua tahun lalu, The Golden Star Warrior menutup turnamen sebagai kampiun setelah menaklukkan Thailand di final. Malaysia mengincar momen seperti edisi 2010, satu-satunya gelar Piala AFF yang mereka miliki hingga kini.
Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, menegaskan timnya mengandalkan kualitas dan kedalaman skuad untuk mengamankan tempat di final ketiga secara beruntun. Pria asal Korea Selatan itu juga berambisi menjadi pelatih pertama yang memimpin Vietnam meraih gelar back-to-back di Piala AFF.
Sepanjang fase grup, Kim mengelola 25 pemainnya secara cermat. Vietnam hanya kehilangan dua poin dari empat pertandingan dan produktif dengan 13 gol, tertinggi di Piala AFF 2026 sejauh ini. "Sejak awal kompetisi, kami tahu kami perlu merancang susunan pemain yang berbeda untuk pertandingan yang berbeda pula. Untuk setiap laga, kami harus memilih skuad yang paling sesuai dengan lawan dan situasi tertentu," kata Kim Sang-sik.
Skuad Vietnam bertumpu pada deretan nama yang tampil menonjol di turnamen ini. Di bawah mistar ada Patrik Li Giang. Lini pertahanan dan serang diisi Doan Van Hau, Nguyen Van Vi, serta Nguyen Dinh Bac. Kim juga punya opsi dari trio naturalisasi: Do Hoang Hen, Nguyen Tai Loc, dan Nguyen Xuan Son.
"Saat pemain baru bergabung dengan tim, mereka harus memahami cara bekerja dalam kelompok. Tujuan kami adalah menciptakan lingkungan tim yang memungkinkan setiap pemain menampilkan performa terbaiknya," ujar Kim Sang-sik.
Kesimpulan, Malaysia dan Vietnam akan bertemu di semifinal Piala AFF 2026 dengan tujuan yang berbeda. Malaysia ingin membalas kekalahan di final edisi 2018, sementara Vietnam berambisi menjadi juara back-to-back. Kedua tim memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing, sehingga pertandingan ini diprediksikan akan sangat seru dan menarik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
