A− A+

Fokus Jepara – Pep Guardiola telah menjabat sebagai manajer Manchester City selama 10 tahun, dan masa itu sangat berkesan bagi klub tersebut. Dalam perjalanannya, ia berhasil mempersembahkan enam gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, serta beberapa titel lainnya. Namun, Guardiola baru-baru ini mengaku bahwa ia masih memiliki penyesalan terbesar dalam karier manajernya, dan itu terkait dengan keputusan meninggalkan Joe Hart.

Joe Hart merupakan legenda Manchester City dan Timnas Inggris, dan ia telah memainkan satu pertandingan kompetitif di bawah Guardiola, yakni laga kualifikasi Liga Champions. Namun, tak lama setelah itu, Hart meninggalkan klub karena Guardiola lebih memilih Claudio Bravo sebagai kiper utama.

Baca juga:

Guardiola mengaku bahwa keputusan tersebut menjadi penyesalan yang telah lama ia pendam. ‘Saya tidak memberi Joe Hart kesempatan untuk bersama saya, untuk membuktikan dirinya dan menunjukkan betapa hebatnya dia sebagai kiper. Dan saya seharusnya melakukan itu,’ kata Guardiola.

Guardiola juga mengakui bahwa ia memiliki kelemahan dalam menangani emosi manusia sebagai manajer. ‘Jika saya gagal dalam hal ini, saya mau meminta maaf. Namun, ini tidak pernah menjadi niat saya atau klub,’ kata Guardiola.

Baca juga:

Selama ini, Guardiola telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memimpin Manchester City, dan ia telah meninggalkan jejak yang sangat berkesan di klub tersebut. Namun, keputusan meninggalkan Joe Hart tetap menjadi penyesalan terbesar Guardiola dalam karier manajernya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: