A− A+

Fokus Jepara – Pertarungan sengit antara Belgia dan Mesir di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu momen paling menarik di turnamen sepak bola terbesar dunia ini. Kiper Belgia, Thibaut Courtois, menegaskan keinginannya untuk mengakhiri karier sepak bolanya bersama Real Madrid dan membantah rumor tentang kembalinya ia bermain di liga Belgia.

Belgia yang dipimpin oleh Courtois siap menghadapi Iran di putaran kedua babak penyisihan grup Piala Dunia. Courtois juga memperingatkan agar tidak meremehkan timnas Iran, meskipun tim tersebut sedang menghadapi berbagai kendala. Ia menegaskan bahwa Iran adalah tim yang berbahaya dan tampil bagus saat melawan Selandia Baru.

Baca juga:

Sementara itu, federasi sepak bola Iran (FFIRI) menilai aturan perjalanan yang diterapkan penyelenggara Piala Dunia 2026 berpotensi mengganggu persiapan teknis tim. Juru bicara FFIRI menyebut skuad polesan Amir Ghalenoei telah menyerahkan jadwal persiapan sejak jauh hari, namun tetap menghadapi pembatasan mobilitas yang memengaruhi rencana staf pelatih.

Tim nasional Iran khawatir tentang minimnya waktu adaptasi menjelang laga krusial melawan Belgia di Piala Dunia 2026. Duel tersebut bakal berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles, dan Iran dijadwalkan melanjutkan perjalanan dari kamp latihan di Tijuana, Meksiko, menuju Los Angeles hanya dua hari sebelum pertandingan melawan Belgia.

Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat melalui Andrew Giuliani membantah adanya perlakuan khusus terhadap Iran. Ia menegaskan seluruh tim peserta mengikuti aturan yang sama terkait jadwal masuk dan keluar negara.

Baca juga:

Profil Elijah Just, penyerang sayap andalan tim nasional Selandia Baru, menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perburuan gelar pencetak gol terbanyak turnamen. Ia menunjukkan kematangan bermain yang sangat tinggi lewat kombinasi kecepatan, teknik olah bola mumpuni, serta penyelesaian akhir yang mematikan.

Delapan negara berhasil mengakhiri puasa gol di Piala Dunia 2026, termasuk Swedia yang menunggu sekitar tujuh tahun untuk mendapatkan gol di Piala Dunia. Mesir juga harus menunggu selama 28 tahun untuk bisa kembali ke putaran final pada saat lawatan ke Rusia 2018.

Pemain Iran, Mehdi Torabi, mengalami masalah visa setelah laga pertama Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru sehingga tak bisa masuk Amerika Serikat lagi. Federasi Sepak Bola Iran berupaya keras mengurus visa baru bagi Torabi karena tim masih harus bermain dua kali di AS dan sulit mencari pengganti yang sepadan.

Baca juga:

Kendati berada dalam situasi sulit, Iran tidak menyerah. Mereka sadar tak memiliki pegangan karena tidak didampingi tim media dan manajemen. Namun, mereka akan terus berjuang dan memberikan performa terbaik di Piala Dunia 2026.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.