Fokus Jepara – Pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M telah selesai. Jamaah haji Aceh dari kelompok terbang (kloter) terakhir telah tiba di Tanah Air dan disambut oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh pada Selasa (30/6/2026). Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengaku sempat terpikir membangun tenda bertingkat di Mina, Mekkah, Arab Saudi, untuk menampung jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 2027. Pada tahun ini, jamaah haji berada (mabit) di Mina selama tiga malam pada hari-hari tasyrik (tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah). Di Mina jamaah haji pergi berjalan kaki ke Jamarat sejauh 4 km untuk melontar jumrah yang dimulai pada 10 Dhulhijjah pagi. Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia menempati tenda-tenda yang disediakan di Mina. Jamaah haji Indonesia, termasuk dari Aceh, menempati tenda per kloter (sekitar 395 orang dalam satu tenda) yang bercampur antara jamaah laki-laki dan perempuan. Ukuran tilam (kasur) yang disediakan dalam tenda sangat kecil (sekitar 60 cm) dan berdempetan langsung dengan tilam di sampingnya. Karena tenda tidak dipisah berdasarkan jenis kelamin, jamaah – terutama perempuan– terasa risih tatkala mengganti pakaian atau berias diri. Jamaah juga terasa sulit bergerak ketika tidur dan kesulitan tempat menyimpan tas pakaian. Catatan yang perlu mendapat perhatian adalah agar dipisahkan tenda antara jamaah laki dan perempuan. Pemisahan ini dengan sendirinya akan menciptakan kondisi tenda terasa lebih luas dan nyaman. Usai wukuf di Arafah, jamaah haji bergerak untuk mabit (bermalam) di Muzdalifah. Tempat mabit di Muzdalifah hanya berupa tikar (karpet). Ketersediaan tikar bagi jamaah haji asal Aceh terasa kurang. Beruntung sebagian jamaah haji ikut membawa sendiri tikar untuk dibentangkan di lapangan Muzdalifah. Catatan yang perlu mendapat perhatian adalah agar penyelenggara haji memastikan persediaan jumlah tikar yang memadai sesuai jumlah jamaah, atau sebelum berangkat mengabarkan kepada jamaah untuk menyiapkan tikar tambahan untuk antisipasi kekurangan.
Atasi Kepadatan di Mina, Menhaj Kaji Penggunaan Tenda Bertingkat dan Catatan Penyelenggaraan Haji 2026
Baca juga:
Baca juga:





