Fokus Surabaya – Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberikan kejutan mendalam bagi keluarga almarhum Alfonsius Albinus Mehan, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Didampingi putranya yang juga Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, Jokowi menyambangi kediaman keluarga Alfonsius di Wailiti, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (17/9/2026).
Kedatangan mantan orang nomor satu di Indonesia itu disambut haru oleh Tiur Hutagalung, istri almarhum. Tiur mengaku tidak menyangka Jokowi akan menyempatkan diri mengunjungi rumah mereka di tengah agenda kunjungannya ke Sikka untuk melihat korban gempa Flores di Palue. “Saya tidak bisa berkata apa-apa. Ini sangat luar biasa. Kami tahu Pak Jokowi ke sini mau melihat korban gempa Flores di Palue. Tapi Bapak Jokowi sempatkan waktunya untuk lihat kami. Itu yang luar biasa,” kata Tiur dengan mata berkaca-kaca.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyerahkan tali asih kepada keluarga korban. Kehadiran Jokowi dan Kaesang menjadi penyemangat bagi Tiur dan keluarganya yang tengah berduka. “Memang saya lihat di berita jadwalnya mengunjungi Palue. Ternyata Bapak sempatkan waktunya untuk lihat kami di sini. Ini yang luar biasa. Saya merasa mendapat kekuatan. Terima kasih,” ucap Tiur penuh syukur.
Almarhum Alfonsius Albinus Mehan (36) adalah seorang dokter hewan yang bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ia gugur setelah diadang dan ditembak oleh kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada 9 September 2026. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban kekerasan di wilayah tersebut dan menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tiur menaruh harapan besar agar kasus suaminya dapat diselesaikan oleh negara. “Harapan saya semoga ada perhatian untuk kasus di Jayawijaya. Semoga bisa diselesaikan supaya tidak ada lagi Alfons-Alfons berikutnya,” katanya dengan tegas. Ia ingin keadilan ditegakkan dan tidak ada lagi korban berjatuhan akibat kekerasan yang terus terjadi di Papua.
Kunjungan Jokowi ke rumah duka di Sikka menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap para korban konflik di Papua. Meskipun telah purna tugas sebagai presiden, Jokowi tetap menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat, khususnya mereka yang terdampak tindak kekerasan. Kehadiran Kaesang Pangarep turut menambah bobot kunjungan tersebut, menunjukkan solidaritas keluarga besar Jokowi terhadap penderitaan rakyat.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago yang turut mendampingi Jokowi menyampaikan bahwa kunjungan ini murni bentuk empati. “Kami sangat mengapresiasi perhatian Pak Jokowi. Ini bukti bahwa beliau masih peduli dengan rakyatnya, bahkan setelah tidak menjabat,” ujarnya.
Kasus penembakan Alfonsius masih dalam penyelidikan aparat keamanan. Pemerintah daerah Jayawijaya dan pemerintah pusat diharapkan dapat bekerja sama untuk mengungkap pelaku dan memastikan keadilan bagi keluarga korban. Perhatian publik terhadap isu keamanan di Papua semakin meningkat seiring dengan seringnya terjadi insiden serupa.
Kedatangan Jokowi ke Sikka juga dimanfaatkan untuk meninjau korban gempa Flores di Palue. Namun, di sela-sela agenda resmi tersebut, ia menyempatkan diri mengunjungi rumah duka, menunjukkan bahwa kemanusiaan melampaui protokol. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita kekerasan, ada keluarga yang kehilangan sosok tercinta dan membutuhkan uluran tangan.
Dengan kunjungan ini, diharapkan perhatian terhadap penyelesaian konflik di Papua semakin menguat. Masyarakat berharap tidak ada lagi korban seperti Alfonsius Albinus Mehan. Semoga keadilan segera ditegakkan dan perdamaian dapat terwujud di Bumi Cenderawasih.








