Pendidikan

Luna Maya Wujudkan Mimpi Anak di NTT dengan Bangun Gedung Sekolah

Luna Maya Wujudkan Mimpi Anak di NTT dengan Bangun Gedung Sekolah
Luna Maya Wujudkan Mimpi Anak di NTT dengan Bangun Gedung Sekolah
A− A+

Fokus Jepara – Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan di Desa Wae Moto, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), para siswa tetap berupaya mengejar cita-cita melalui bangku sekolah.

Salah satunya Mariva Yankezia, siswi berusia 10 tahun yang setiap hari datang ke SD Inpres Wae Moto dengan tekad untuk belajar dan membanggakan orang tuanya.

Baca juga:

Menurut Mariva, ia tetap semangat sekolah karena ia tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka.

Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli menghadirkan dukungan berupa revitalisasi fasilitas pendidikan di SD Inpres Wae Moto.

Melalui program tersebut, PNM melakukan perbaikan ruang belajar agar lebih aman dan nyaman, meningkatkan fasilitas sanitasi dan akses kebersihan sekolah, serta melengkapi sejumlah sarana dan prasarana sesuai kebutuhan yang telah dihimpun bersama pihak sekolah.

Baca juga:

Menurut Direktur Utama PNM Kindaris, pemberdayaan yang dilakukan PNM tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keluarga, khususnya anak-anak mereka.

“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan, tetapi yang tidak kalah penting adalah pendampingan usaha sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh keluarga, terutama anak-anaknya,” kata Kindaris.

Di balik kalimat sederhana tersebut tersimpan kisah banyak anak di Wae Moto yang memahami bahwa setiap langkah menuju sekolah adalah buah dari perjuangan orang tua mereka.

Baca juga:

Di sudut Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terdapat Desa Wae Moto yang berada di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Bagi anak-anak di Wae Moto, pendidikan menjadi jalan untuk memutus mata rantai keterbatasan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas di masa depan.

Mungkin Anda Suka