Ekonomi

ATM Bitcoin Menghadapi Tantangan Baru di Eropa

ATM Bitcoin Menghadapi Tantangan Baru di Eropa
ATM Bitcoin Menghadapi Tantangan Baru di Eropa
A− A+

Fokus Jepara – Di tengah perkembangan teknologi keuangan yang pesat, industri cryptocurrency kini menghadapi tantangan baru di Eropa. Pada tanggal 1 Juli, Uni Eropa (EU) menerapkan secara penuh rezim Markets in Crypto-Assets (MiCA), yang memaksa penyedia jasa cryptocurrency, operator ATM Bitcoin, dan penyedia aset digital lainnya untuk menghentikan atau membatasi layanan mereka jika tidak memiliki lisensi EU.

Polandia, sebagai satu-satunya negara anggota EU yang belum menerapkan legislasi MiCA, kini tidak dapat mengeluarkan lisensi domestik. Para ahli industri memperkirakan bahwa hingga 80% penyedia jasa kripto di Eropa dapat keluar dari pasar atau diakuisisi melalui konsolidasi karena biaya kepatuhan meningkat dan persyaratan lisensi semakin ketat.

Baca juga:

Banyak perusahaan Polandia telah memindahkan operasional mereka ke negara-negara EU lain untuk mendapatkan otorisasi, sementara yang lain bermitra dengan penyedia berlisensi di luar negeri. Meskipun investor masih dapat mengakses perdagangan cryptocurrency melalui platform yang diizinkan, para analis memprediksi bahwa pasar akan menjadi lebih kecil, lebih terkonsentrasi, dan tunduk pada pengawasan regulasi yang jauh lebih ketat.

Di sisi lain, bencana alam seperti gempa bumi di Venezuela juga dapat dimanfaatkan oleh penipu untuk mengumpulkan uang. Peneliti dari WhoisXML API menemukan bahwa dalam waktu lima hari setelah gempa, terdapat 212 domain baru yang diregistrasikan dengan referensi gempa, banyak di antaranya menjanjikan bantuan atau donasi. Namun, sekitar 93% dari domain tersebut tidak menyediakan informasi kontak yang jelas, sehingga menimbulkan kecurigaan tentang niat sebenarnya di balik pendaftaran domain tersebut.

Baca juga:

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terjebak dalam skema penipuan yang memanfaatkan bencana alam atau ketidakpastian di sekitar industri cryptocurrency.

Baca juga:

Mungkin Anda Suka