A− A+

Fokus Jepara – Venezuela masih berduka setelah dilanda dua gempa besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni lalu. Jumlah korban tewas terus meningkat, dan hingga laporan terbaru, 4.829 orang telah meninggal, sementara 16.740 orang terluka. Selain itu, sebanyak 6.462 orang telah diselamatkan dari reruntuhan bangunan.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, melaporkan bahwa sejak gempa besar terjadi, wilayah terdampak telah diguncang sebanyak 1.284 gempa susulan. Gempa susulan terbaru berkekuatan magnitudo 3,9 terjadi pada 10 Juli di Kota Naiguata, Negara Bagian La Guaira, yang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak bencana.

Baca juga:

Pemerintah Venezuela telah mendirikan 107 kamp sementara untuk menampung 20.231 orang yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan telah disalurkan kepada 128.324 keluarga yang terdampak bencana. Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung, dengan didukung oleh 31.837 personel Venezuela dan 2.422 personel penyelamat internasional.

Kerusakan fisik akibat bencana diperkirakan mencapai US$5,7 miliar. Pemerintah Venezuela berencana untuk memperkuat demokrasi dan melawan konsekuensi dari gempa ganda yang melanda negara itu. Kelompok oposisi yang dipimpin mantan anggota parlemen Dinorah Figuera telah menyetujui rencana kerja yang akan dimulai pada 1 Agustus.

Baca juga:

Kesimpulan, gempa Venezuela telah menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa yang banyak. Pemerintah dan masyarakat internasional harus terus mendukung upaya penanggulangan bencana dan pemulihan di Venezuela.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: