Fokus Jepara – Gubernur Jawa Barat mengancam akan mencabut subsidi siswa penerima sekolah gratis yang terlibat tawuran. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan anggota DPRD DKI Jakarta. Sementara itu, sebanyak 61 ribu siswa di Jakarta belum menikmati sekolah gratis karena keterbatasan pagu dan pemotongan dana bagi hasil pusat. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, menyampaikan keluhan kepada DPR RI dan MPR RI terkait program sekolah gratis di Jakarta yang belum menjangkau seluruh siswa.
Menurut Ramly, masih ada 61 ribu siswa di Jakarta yang belum mendapatkan fasilitas sekolah gratis karena jumlah pagu yang disediakan tidak sebanding dengan jumlah siswa yang lulus. Pemotongan dana bagi hasil Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp14,997 triliun oleh pemerintah pusat juga menjadi kendala dalam merealisasikan program sekolah gratis.
Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD sebenarnya telah mengusulkan program sekolah gratis sejak 2025, dengan realisasi di 40 sekolah yang tersebar di 10 daerah pemilihan, masing-masing empat sekolah. Pada 2026, usulan sekolah gratis kembali diajukan untuk 258 sekolah. Namun, yang disetujui hanya 103 sekolah sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 155 sekolah.
Upaya Komisi E untuk menambah jumlah sekolah gratis kini terbentur keterbatasan anggaran yang telah dipangkas. Ramly menegaskan bahwa mereka akan terus berusaha untuk meningkatkan jumlah sekolah gratis, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
Dalam pertemuan tersebut, Ramly juga menyampaikan harapan agar pemerintah pusat segera memberikan solusi atas kendala anggaran pendidikan tersebut. Ia berharap bahwa dengan solusi yang tepat, program sekolah gratis dapat segera direalisasikan dan semua siswa di Jakarta dapat menikmati pendidikan yang layak.
Dalam beberapa tahun terakhir, program sekolah gratis telah menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, kendala anggaran dan keterbatasan sumber daya masih menjadi hambatan dalam merealisasikan program ini.
Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholders lainnya untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dan memastikan bahwa semua siswa di Indonesia dapat menikmati pendidikan yang layak dan berkualitas.
Di akhir pertemuan, Ramly menyampaikan bahwa mereka akan terus berjuang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta dan memastikan bahwa semua siswa dapat menikmati pendidikan yang layak. Ia berharap bahwa dengan kerja sama yang erat dan solusi yang tepat, program sekolah gratis dapat segera direalisasikan dan semua siswa di Jakarta dapat menikmati pendidikan yang berkualitas.








