Fokus Jepara – Kekalahan Korea Selatan di fase grup Piala Dunia 2026 masih menyisakan kekecewaan bagi para suporter. Sejumlah pemilik kafe dan restoran di Seoul memasang papan bertuliskan “No Entry for Former South Korea Coach Hong Myung-bo” sebagai bentuk sindiran.
Eks pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, mendapatkan larangan masuk ke beberapa kafe di negara itu setelah gagal berprestasi di Piala Dunia. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat Korea Selatan sangat kecewa dengan kinerja timnas mereka di Piala Dunia 2026.
Korea Selatan sendiri gagal melangkah dari fase grup Piala Dunia 2026. Padahal mereka tergabung di grup yang relatif tak terlalu ketat. Tim berjuluk Taeguk Warriors ini gagal bersaing dengan Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko.
Kekecewaan masyarakat Korea Selatan ini juga terlihat dari tren di Korea Selatan di mana banyak tempat makan dan perbelanjaan yang menempel stiker larangan masuk bagi Hong Myung-bo. Itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Korea Selatan atas kiprah timnasnya di Piala Dunia 2026.
Hong Myung-bo memang sudah mengundurkan diri dari perannya sebagai pelatih Timnas Korea Selatan. Namun hal tersebut tak membuat dirinya bebas dari beban sosial yang harus ia pikul. Kekalahan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 masih menyisakan kekecewaan bagi para suporter.
Dalam podcast Super Taktik, Bayu Ajianto, seorang football enthusiast, mengatakan bahwa Korea Selatan dan Republik Ceko bakal bertarung habis-habisan untuk lolos ke babak berikutnya. Namun, Korea Selatan gagal memenuhi ekspektasi dan kini harus menerima kekecewaan dari masyarakat.
Kesimpulan dari kejadian ini adalah bahwa kekecewaan masyarakat Korea Selatan atas kinerja timnas mereka di Piala Dunia 2026 sangat besar. Hal ini terlihat dari larangan masuk yang diberikan kepada Hong Myung-bo di beberapa kafe dan restoran di Seoul. Kejadian ini menjadi bukti bahwa masyarakat Korea Selatan sangat peduli dengan kinerja timnas mereka dan tidak akan ragu untuk mengekspresikan kekecewaan mereka.







