News

Hari Donor Darah Sedunia: Mengingatkan Kita akan Pentingnya Gotong Royong Modern

Hari Donor Darah Sedunia: Mengingatkan Kita akan Pentingnya Gotong Royong Modern
Hari Donor Darah Sedunia: Mengingatkan Kita akan Pentingnya Gotong Royong Modern
A− A+

Fokus Jepara – Hari ini, tanggal 14 Juni, diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Peringatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pendonor darah yang telah membantu menyelamatkan banyak nyawa. Donor darah bermula dari berbagai eksperimen ilmiah ketika pengetahuan tentang darah masih sangat terbatas. Salah satu tokoh penting dalam perkembangannya adalah Richard Lower, yang menjadi orang pertama yang meneliti transfusi darah pada hewan.

Kampanye donor darah juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat untuk rutin mendonorkan darah. Tujuannya yaitu menjaga ketersediaan stok darah yang aman dan mencukupi bagi kebutuhan layanan kesehatan. Di Indonesia, kebutuhan darah masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan kebutuhan darah ideal suatu negara sekitar dua persen dari total jumlah penduduk.

Baca juga:

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang telah melampaui 280 juta jiwa, kebutuhan darah nasional diperkirakan mencapai sekitar 5,6 juta kantong per tahun. Meskipun Palang Merah Indonesia (PMI) dan berbagai unit transfusi darah di rumah sakit telah berupaya keras memenuhi sebagian besar kebutuhan tersebut, kekurangan stok darah masih sering terjadi di berbagai daerah.

Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah pendonor yang masih terbatas, tetapi juga melibatkan aspek distribusi yang kompleks, akses transportasi yang sulit, serta keterbatasan fasilitas penyimpanan darah, terutama di wilayah nonperkotaan yang jauh dari pusat layanan kesehatan.

Baca juga:

Donor darah mengingatkan kita bahwa tidak semua tindakan kemanusiaan harus dipertontonkan atau menghasilkan keuntungan pribadi. Di tengah budaya yang semakin mengagungkan prestasi individu, donor darah menghadirkan logika yang berbeda. Tidak ada keuntungan ekonomi yang diperoleh pendonor, dan tidak ada jaminan bahwa bantuan yang diberikan akan kembali kepada dirinya.

Kita harus menyadari bahwa donor darah adalah bentuk gotong royong modern yang menghubungkan orang-orang tanpa mengenal satu sama lain demi menyelamatkan kehidupan. Oleh karena itu, kita harus terus menggalakkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam donor darah, sehingga kebutuhan darah nasional dapat terpenuhi dan nyawa banyak orang dapat diselamatkan.

Baca juga:

Mungkin Anda Suka