Fokus Jepara – Janice Tjen, petenis putri Indonesia, berhasil menambah koleksi gelar turnamen WTA setelah menjuarai Birmingham Classic 2026 di sektor ganda bersama Talia Gibson asal Australia.
Duet Janice Tjen/Talia Gibson berhasil mengalahkan wakil tuan rumah, Harriet Dart/Maia Lumsden, dengan skor 6-4, 6-3, pada babak final yang berlangsung di Edgbaston Priory Club, Birmingham, Inggris.
Perjalanan Janice Tjen pada Birmingham Open 2026 berakhir manis di sektor ganda. Di turnamen level WTA 125 itu, Janice sukses merengkuh trofi juara bersama dengan Talia Gibson.
Janice/Gibson menjadi unggulan pertama dalam turnamen pada musim grass-court swing. Mereka mengalahkan Harriet Dart/Maia Lumsden dalam final di Edgbaston Priory Club, Birmingham, Inggris, Jumat (5/6/2026).
Wakil Inggris Raya tidak mampu menghalau laju bola dari duet Janice/Gibson. Janice/Gibson mengamankan kemenangan dalam dua set sekaligus dengan skor akhir 6-4, 6-3.
Bagi Janice Tjen, ini menjadi gelar kedua yang diraih pada musim 2026. Sebelumnya ia merengkuh trofi dalam ajang Hobart International di Australia pada Januari lalu, yang juga dari sektor ganda.
Bedanya, kala itu Janice Tjen jadi juara bersama dengan petenis asal Polandia, Katarzyna Piter. Mereka juara usai menang atas duet Belgia dan Republik Ceko, Magali Kempen/Anna Siskova.
Keseluruhan, Birmingham Classic 2026 adalah gelar WTA ketujuh yang diraih oleh Janice Tjen. Tapi tiga di antaranya masih level WTA Challenger atau WTA 125, termasuk di Birmingham kali ini.
Gelar di sektor ganda ini bisa jadi pengobat luka Janice Tjen. Sebab pada sektor tunggal, dia yang menjadi unggulan kedua, harus terhenti pada babak awal.
Setelah sukses juara ganda di Birmingham Open, Janice Tjen akan tampil di WTA 250 Libema Open S-Hertogenbosch, turnamen keduanya di grass court swing musim 2026.
Libema Open S-Hertogenbosch yang dikenal pula dengan nama Rosmalen Grass Court Championships adalah turnamen tenis bergengsi di Belanda yang digelar pertama kali pada tahun 1990.
Pertandingan sektor putri baru digelar sejak 1996. Sejumlah mantan petenis ranking 1 dunia pernah jadi pemenang turnamen ini, antara lain Patrick Rafter, Lleyton Hewitt, Martina Hingis, Justine Henin, Kim Clijsters, dan Simona Halep.
Petenis wanita legendaris Thailand, Tamarine Tanasugarn, juga pernah menjadi juara turnamen ini pada tahun 2008 dan 2009.
Janice Tjen bakal mencatatkan namanya sebagai petenis wanita kedua Indonesia yang tampil di nomor tunggal Rosmalen Open, setelah Angelique Widjaja pada tahun 2003.
Karena peringkat dunianya saat ini, Janice Tjen diplot sebagai unggulan ketujuh Libema Open 2026.
Unggulan pertama ditempati pemain Rusia peringkat 14 dunia, Ekaterina Alexandrova, yang pernah dua kali juara pada turnamen ini pada tahun 2022 dan 2023.
Juara bertahan Elise Mertens akan menempati unggulan ketiga. Emma Navarro yang dua pekan silam menjadi pemenang Internationaux de Strasbourg, akan jadi unggulan keempat di Libema Open.
Empat pemain menerima wild card tampil di babak utama Libema Open, yakni Paula Badosa, Suzan Lamens, Bianca Andreescu, dan Mia Pohankova.
16 pemain tunggal putri lainnya bertarung di babak kualifikasi Libema Open 2026 untuk mengejar empat tiket tampil ke babak utama.
Janice Tjen/Talia Gibson menembus final ganda Birmingham Classic usai meraih kemenangan super tie-break pada semifinal, Jumat (5/6/2026).
Pasangan gado-gado Indonesia – Australia itu menempati unggulan pertama ajang WTA 125 lapangan rumput itu, bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan pasangan Ceko-Slovakia Vendula Valdmannova/Viktoria Hruncakova dengan 6-7(7), 6-3, 10-7.
Pada set pertama, Janice/Gibson dengan servis kuat sebagai senjata mereka unggul dengan empat ace dan mencatatkan lebih sedikit kesalahan ganda dari pada lawan.
Namun pasangan Ceko-Slovakia tidak menyerah begitu saja. Dalam duel yang berlangsung ketat tersebut Valdmannova/Hruncakova unggul dengan memasukkan servis pertama dan memenangi poin servis pertama lebih banyak, yakni 65,1 persen dan 67,9 persen, demikian statistik WTA.
Pada tie-break, Janice/Gibson hanya mampu memenangi dua poin dari sembilan yang dimainkan, sekaligus terpaksa menyerahkan set pertama kepada Valdmannova/Hruncakova.
Set kedua masih berlangsung ketat dengan Janice/Gibson memimpin. Pada kedudukan 3-2(30/30) untuk pasangan Indonesia-Australia itu pertandingan yang berlangsung Kamis malam (4/6) waktu setempat atau Jumat (5/6) pagi WIB ditunda karena terlalu larut.
Ketika pertandingan dilanjutkan Jumat petang WIB, Janice/Gibson sukses membungkam lawannya dengan memasukkan 84,2 persen servis pertama dan memenangi 75 persen poin servis pertama untuk merebut set kedua sekaligus memaksa untuk super tie-break.
Setelah berjuang selama satu jam 14 menit, Janice/Gibson akhirnya menyudahi laga dengan kemenangan 6-3.
Bagi Janice Tjen, trofi di Birmingham ini menjadi catatan sejarah tersendiri. Ini merupakan gelar juara ganda kelima yang berhasil ia koleksi sejak memulai debut di tur profesional WTA pada September tahun lalu.
Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun tersebut tercatat memiliki rekam jejak yang impresif dalam sektor ganda bersama beberapa pasangan berbeda.
Kesimpulan, kemenangan Janice Tjen di Birmingham Classic 2026 merupakan prestasi yang membanggakan bagi dunia tenis Indonesia. Dengan gelar ini, Janice Tjen semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu petenis putri terbaik di Asia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
