Fokus Surabaya – Sporting Lisbon harus menerima kenyataan pahit setelah dikalahkan Torreense 1-2 pada partai final Taca de Portugal. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim ibu kota yang tampil dominan sepanjang musim domestik. Torreense, klub kasta kedua, menorehkan sejarah sebagai tim pertama di luar divisi teratas Portugal yang menjuarai kompetisi tersebut sejak format baru diperkenalkan.
Laga final yang digelar di Estadio Nacional, Oeiras, berlangsung sengit. Sporting Lisbon unggul lebih dulu melalui gol penyerang andalan mereka pada menit ke-23. Namun, Torreense bangkit di babak kedua dengan dua gol cepat pada menit ke-58 dan 67. Pelatih Torreense, Luis Tralhao, yang baru ditunjuk Januari 2026, berhasil meracik strategi efektif untuk membalikkan keadaan. Kemenangan ini juga mengantarkan Torreense ke fase liga Liga Europa, sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang bermarkas di Torres Vedras tersebut.
Bagi Sporting Lisbon, kekalahan ini menambah daftar kekecewaan di kompetisi domestik. Meski demikian, mereka masih memiliki peluang meraih trofi Liga Primeira. Saat ini, Sporting bersaing ketat dengan Benfica dan Porto di papan atas. Derby antara Benfica dan Porto pada akhir pekan ini akan menjadi momen krusial bagi Sporting untuk memanfaatkan peluang jika kedua rival tersebut saling menjatuhkan. Head-to-head Benfica vs Porto sering berakhir imbang, dan hasil seri akan sangat menguntungkan Sporting dalam perburuan gelar.
Pelatih Sporting Lisbon, Ruben Amorim, menyatakan bahwa timnya harus segera melupakan final dan fokus pada sisa musim. “Kami kecewa, tetapi kami masih memiliki target besar. Liga Primeira adalah prioritas utama sekarang,” ujarnya dalam konferensi pers. Amorim juga memuji performa Torreense yang dianggapnya layak menang. “Mereka bermain dengan hati dan taktik yang matang. Kami harus mengakui keunggulan mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Torreense kini bersiap menghadapi babak baru Liga Europa. Mereka akan menghadapi Lillestrom pada laga perdana fase liga di Arasen Stadion, Jumat (18/9/2026) pukul 02.00 WIB. Lillestrom datang dengan momentum tiga kemenangan beruntun dan dukungan publik sendiri. Namun, Torreense yang baru saja menumbangkan Sporting Lisbon tentu tidak bisa dianggap remeh. Pertandingan ini akan menjadi ujian bagi kedua tim yang sama-sama debut di fase liga Liga Europa dengan format baru.
Di sisi lain, Sporting Lisbon akan menghadapi jadwal padat. Setelah kekalahan di final, mereka harus segera bangkit untuk menghadapi laga lanjutan Liga Primeira melawan tim peringkat menengah. Dukungan suporter di Estadio Jose Alvalade diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain. Manajemen Sporting juga dikabarkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, terutama lini pertahanan yang dianggap lemah dalam beberapa laga terakhir.
Kegagalan Sporting Lisbon meraih gelar Taca de Portugal juga berdampak pada peringkat koefisien klub Portugal di kompetisi Eropa. Meski demikian, Sporting masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di Liga Primeira. Dengan sisa pertandingan yang cukup banyak, Bruno Fernandes dan kawan-kawan diyakini mampu bersaing hingga akhir musim. Persaingan gelar Liga Primeira diprediksi akan berlangsung ketat hingga pekan terakhir, mengingat Benfica dan Porto juga memiliki jadwal yang tidak mudah.
Sporting Lisbon saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara Liga Primeira dengan koleksi poin yang sama dengan Porto dan terpaut dua poin dari Benfica. Kemenangan atas Torreense di final seharusnya menjadi momentum, namun kini mereka harus mengalihkan fokus. Laga melawan Benfica dan Porto di sisa musim akan menjadi penentu. Jika Sporting mampu menyapu bersih kemenangan, gelar juara masih dalam genggaman.
Torreense, di sisi lain, telah mencatatkan sejarah. Klub kecil ini kini menjadi sorotan dunia sepak bola Portugal. Pelatih Luis Tralhao dianggap sebagai arsitek keberhasilan, dan beberapa pemain kunci mereka mulai dilirik klub-klub besar. Meski demikian, Torreense tetap fokus pada Liga Europa dan bertekad memberikan kejutan serupa di pentas Eropa. Dukungan dari seluruh masyarakat Torres Vedras akan menjadi energi tambahan bagi skuad asuhan Tralhao.
Kesimpulannya, kekalahan Sporting Lisbon di final Taca de Portugal menjadi pukulan berat, tetapi bukan akhir dari segalanya. Klub berjuluk Leões itu masih memiliki peluang meraih trofi Liga Primeira yang menjadi target utama musim ini. Sementara Torreense layak mendapatkan apresiasi atas pencapaian bersejarah mereka. Persaingan sepak bola Portugal semakin menarik dengan munculnya kekuatan baru yang mampu menantang dominasi klub-klub besar. Kita tunggu saja aksi Sporting Lisbon dan Torreense di kompetisi masing-masing.








