A− A+

Fokus JeparaMQ-9 Reaper, drone tak berawak milik Angkatan Udara Amerika Serikat, telah menjadi pusat perhatian di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir. Drone ini digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, serta pengintaian, dan juga dapat melancarkan serangan presisi.

Menurut laporan, sebuah MQ-9 Reaper jatuh di provinsi Marib, Yaman timur laut, pada Jumat (29/5) setelah ditembak jatuh oleh kelompok Houthi. Insiden ini terjadi setelah insiden serupa yang menjatuhkan MQ-9 di Marib kurang dari dua pekan sebelumnya.

Baca juga:

MQ-9 Reaper merupakan pesawat nirawak kendali jarak jauh yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat untuk berbagai misi. Drone ini dapat dikontrol dari operasi pusat di Amerika Serikat dan dapat melakukan surveilans dan serangan presisi.

Pada saat yang sama, sebuah MQ-9 Reaper juga melakukan pertama kali mendarat di Brunei pada tanggal 29 Mei 2026. Pertemuan ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-65 Tentera Udara Diraja Brunei (RBAF) dan menandai awal dari kerjasama pertahanan yang kuat antara Amerika Serikat dan Brunei.

Baca juga:

MQ-9 Reaper telah menjadi alat penting dalam operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Drone ini telah digunakan untuk berbagai misi, termasuk surveilans dan serangan presisi terhadap target di Yaman dan daerah lainnya.

Perang di Timur Tengah terus berlangsung, dan MQ-9 Reaper akan terus menjadi salah satu alat penting dalam perang ini. Drone ini telah membuktikan kemampuannya dalam surveilans dan serangan presisi, dan akan terus digunakan oleh Amerika Serikat dalam operasi militer di region ini.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.