A− A+

Fokus JeparaSDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengalami kekurangan siswa baru pada SPMB 2026. Hanya satu siswa yang mendaftar ke sekolah ini, sehingga pihak sekolah harus menggabungkan kegiatan MPLS dengan SDN Teluk Dalam 9.

Menurut Plt Kepala Sekolah SDN Teluk Dalam 10, Arief Rakhman Hakim, jumlah total siswa di sekolah ini berjumlah 26 siswa dari enam ruang belajar. Ia menyebut beberapa alasan yang menyebabkan sekolah ini kekurangan siswa, antara lain banyaknya pilihan sekolah, perpindahan domisili, serta berkurangnya minat orang tua ke sekolah negeri.

Baca juga:

Pihak sekolah telah berupaya mendapatkan lebih banyak siswa dalam SPMB 2026, baik jalur offline maupun online. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan hanya ada satu pendaftar yang masuk. Siswi bernama Talita Nazwa datang menggunakan seragam merah putihnya diantar sang Ibu pada hari pertama MPLS.

Kegiatan MPLS di SDN Teluk Dalam 10 dan 9 digabungkan menjadi satu ruang, agar anak-anak bisa merasa bahagia menyambut hari pertama sekolah bersama teman-teman. Tidak ada yang berbeda dari kegiatan MPLS biasanya, baik siswa SDN Teluk Dalam 9 dan 10 sama-sama antusias mengikuti MPLS.

Baca juga:

Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah negeri di Indonesia telah mengalami penurunan minat dari orang tua. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kualitas pendidikan yang dinilai tidak memadai, serta kurangnya fasilitas dan infrastruktur sekolah.

Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah negeri, serta menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Dengan demikian, sekolah negeri dapat menjadi pilihan yang lebih menarik bagi orang tua dan siswa.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.