Ekonomi

Bahlil Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Kuartal III 2026, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bahlil Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Kuartal III 2026, Ini Penjelasan Lengkapnya
Bahlil Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Kuartal III 2026, Ini Penjelasan Lengkapnya
A− A+

Fokus Surabaya – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan tarif listrik hingga kuartal III 2026. Kepastian ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Harga listrik sampai dengan kuartal III 2026 tidak akan ada kenaikan. Itu perintah Pak Presiden Prabowo,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Kebijakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk terus memberikan subsidi listrik bagi rumah tangga miskin dan rentan. Dalam usulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, Bahlil mengusulkan subsidi listrik sebesar Rp117,84 triliun, naik dari pagu APBN 2026 yang sebesar Rp100,83 triliun. Kenaikan ini diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan subsidi serta fluktuasi harga energi global.

Baca juga:

Meski tarif listrik tidak naik, pemerintah tetap mewaspadai pergerakan harga minyak dunia yang dapat mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Bahlil menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi akan selalu mengikuti harga pasar, khususnya Indonesian Crude Price (ICP). “Kalau harga minyak nonsubsidi, itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” jelasnya saat ditemui dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Hal ini merupakan perintah Presiden Prabowo yang harus dipatuhi seluruh jajaran. Bahlil juga menekankan pentingnya menjaga cadangan BBM nasional pada standar minimal 18 hingga 21 hari untuk mengantisipasi gejolak geopolitik. “Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18 sampai dengan 21 hari,” tegasnya.

Baca juga:

Pemerintah juga menyoroti maraknya penyalahgunaan BBM subsidi oleh masyarakat mampu. Bahlil mengungkapkan temuan kendaraan berkapasitas besar seperti Pajero yang mengisi BBM subsidi hingga 700 liter di Makassar. “Janganlah, kasihan itu kan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya yang kita ambil,” ujarnya. Ia mengimbau masyarakat yang mampu untuk beralih menggunakan BBM nonsubsidi agar subsidi tepat sasaran.

Kebijakan tidak menaikkan tarif listrik dan BBM subsidi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan menyesuaikan kebijakan apabila diperlukan, namun untuk saat ini komitmen terhadap rakyat kecil tetap menjadi prioritas utama.

Baca juga:

Dengan demikian, masyarakat dapat tenang karena tarif listrik dan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga kuartal III 2026. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi dan memberikan perlindungan sosial yang tepat sasaran demi kesejahteraan bersama.

Mungkin Anda Suka