Politik

Purbaya Lantik 3 Dirjen, Termasuk Orang Kepercayaannya Sejak di LPS

Purbaya Lantik 3 Dirjen, Termasuk Orang Kepercayaannya Sejak di LPS
Purbaya Lantik 3 Dirjen, Termasuk Orang Kepercayaannya Sejak di LPS
A− A+

Fokus Surabaya – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik tiga Direktur Jenderal (Dirjen) di lingkungan Kementerian Keuangan pada Senin (22/9/2026) di Jakarta. Pelantikan ini menjadi sorotan karena salah satu pejabat yang dilantik merupakan orang kepercayaan Purbaya sejak lama, yang pernah bekerja sama dengannya di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ketiga Dirjen yang dilantik adalah Budi Santoso sebagai Dirjen Pajak, Andi Prasetyo sebagai Dirjen Bea dan Cukai, serta Rina Wijaya sebagai Dirjen Perbendaharaan. Dari ketiganya, nama Budi Santoso menjadi perhatian karena kedekatannya dengan Purbaya. Budi diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Penjaminan LPS saat Purbaya menjabat sebagai Kepala Eksekutif LPS. Keduanya dianggap memiliki chemistry yang kuat dalam mengelola kebijakan fiskal dan moneter.

Baca juga:

Latar Belakang Purbaya dan Dinamika Politik

Purbaya sendiri merupakan pria kelahiran Kota Bogor yang namanya mulai mencuat dalam berbagai survei politik nasional. Dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026, Purbaya tercatat memperoleh dukungan 1,1 persen. Namanya kembali muncul dalam survei Media Survei Nasional (Median) periode 21 Juli-2 Agustus 2026 dengan elektabilitas 1,3 persen.

Meskipun angka tersebut masih kecil, kehadiran Purbaya di antara tokoh-tokoh nasional seperti Dedi Mulyadi, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo menunjukkan bahwa ia mulai diperhitungkan. Namun, survei tersebut mengukur preferensi politik nasional, belum spesifik untuk Pilgub Jawa Barat.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniansyah, menilai Purbaya memiliki peluang masuk dalam bursa kontestasi politik nasional maupun daerah. “Purbaya miliki peluang masuk dalam bursa kontestasi Pilpres 2031, baik sebagai Capres maupun Cawapres. Hanya saja ia perlu upaya lebih lanjut, utamanya mendapatkan dukungan Parpol, saat ini ada PDIP yang potensial, selain karena suara PDIP besar juga faktor belum muncul tokoh yang cukup potensial diterima publik,” kata Dedi, Jumat (18/9/2026).

Menurut Dedi, asal Purbaya dari Jawa Barat belum otomatis membuatnya identik sebagai tokoh Jabar. Sebab, sejak awal dikenal publik, Purbaya lebih banyak muncul dengan reputasi sebagai tokoh nasional. “Meskipun dari sisi lokalitas, Purbaya tidak identik dengan Jawa Barat, meskipun ia berasal dari Jawa Barat tetapi sejak awal kemunculannya sudah bereputasi tokoh nasional, ini baik karena publik mudah menerima tokoh yang dianggap netral, bukan tokoh daerah,” ujarnya.

Baca juga:

Kondisi tersebut justru menjadi tantangan ketika Purbaya hendak ditarik ke kontestasi Pilgub Jabar. Menurut Dedi, pemilihan kepala daerah memiliki karakter yang berbeda dengan kontestasi nasional. “Pilgub Jabar membutuhkan tokoh yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat setempat, sementara Purbaya lebih dikenal sebagai teknokrat nasional,” tambahnya.

Dampak Pelantikan bagi Kinerja Kementerian Keuangan

Pelantikan tiga Dirjen ini diharapkan dapat mempercepat berbagai program prioritas di Kementerian Keuangan, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Budi Santoso, yang dikenal sebagai ahli kebijakan fiskal, diharapkan mampu meningkatkan penerimaan negara melalui reformasi perpajakan. Sementara Andi Prasetyo akan fokus pada penguatan Bea dan Cukai di tengah meningkatnya arus perdagangan internasional. Rina Wijaya akan mengawal pengelolaan perbendaharaan negara yang transparan dan akuntabel.

Purbaya dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antarunit di Kementerian Keuangan. “Kita harus bekerja cepat, tepat, dan berintegritas. Jangan ada ego sektoral. Saya yakin ketiga Dirjen ini mampu membawa perubahan positif,” tegasnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai pelantikan ini sebagai langkah strategis Purbaya untuk memperkuat timnya. “Dengan menempatkan orang kepercayaan, Purbaya ingin memastikan visi dan misinya berjalan lancar. Namun, tantangan terbesar adalah menjaga profesionalisme dan menghindari konflik kepentingan,” ujarnya.

Baca juga:

Di sisi lain, publik masih menantikan apakah Purbaya akan benar-benar maju dalam Pilgub Jabar 2031. Meski elektabilitasnya masih rendah, dukungan dari partai besar seperti PDIP bisa menjadi pintu masuk. Namun, ia harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat Jawa Barat yang selama ini mengenalnya sebagai tokoh nasional.

Dengan pelantikan ini, Purbaya semakin menunjukkan eksistensinya di panggung nasional. Kiprahnya di Kementerian Keuangan akan menjadi tolok ukur apakah ia layak melangkah ke kontestasi politik yang lebih tinggi. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari mantan orang nomor satu di LPS tersebut.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka